Network Scanning

Penggunaan internet di dunia sangat luar biasa, sehingga tidak heran banyak yang menggunakan secara positif bahkan yang negatif. Salah satu Masalah dalam dunia maya itu sendiri adalah sebuah kriminal yang dilakukan Oleh seseorang dengan mencari kesenangan pribadinya dengan cara-cara yang merugikan ,misalkan : Cracking (Pengambilan data yang di rahasiakan dan bahkan mengacak data korban), Hal ini lah yang harus kita pelajari betul-betul tentang bagaimana cara kita mengamankan sebuah data kita yang di rahasiakan. Perlu diketahui yang harus kita lakukan adalah Pertahanan (Deface) Seperti Penyembuniah IP (IPSec) guna melindungi dari serangan Luar itu sendiri.

 

IP Security (IPSec) akan digunakan dengan aman mentransmisi data antara komputer. Ini diterapkan pada jaringan lapisan (Layer 3) dari model interkoneksi sistem terbuka (OSI). Ini akan memberikan perlindungan untuk semua IP dan protokol lapisan atas dalam protokol TCP/IP. Manfaat utama dari mengamankan informasi pada Layer 3 adalah bahwa semua program dan layanan menggunakan IP untuk transportasi data dapat dilindungi.Tugas Keamnan jaringan Network Scanning

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

PEMOGRAMAN TERSTRUKTUR

MODUL PEMOGRAMAN TERSTRUKTUR
DENGAN C ++
Oleh
Rusnedi AG, S.Kom
FAKULTAS ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS SUBANG
TAHUN 2010
1
DASAR PEMROGRAMAN C++
A. TUJUAN
1. Menjelaskan tentang beberapa tipe data dasar (jenis dan jangkauannya)
2. Menjelaskan tentang Variabel
3. Menjelaskan tentang konstanta
4. Menjelaskan tentang berbagai jenis operator dan pemakaiannya
Lingkup Materi Pemrograman Terstruktur :
1. Komsep Pemrograman Terstruktur.
Jenis-jenis bahasa pemrograman, Proses penyelesaian masalah
Struktur program dalam C++
2. Variabel dan Tipe Data
3. Instruksi I/O
4. Konstanta
5. Operator aritmatik dan beberapa fungsi built in
6. Percabangan If
Switch
7. Perulangan : While dan Do While
8. Fungsi : dengan return value, tanpa return value
9. Array
10. Character sequence
11. Pointer dan Memori dinamis
12. Tipe struct
13. User defined type (dengan menggunakan tipe yang ada)
Referensi:
1. http://www.cplusplus.com/doc/tutorial
2. http://www.cprogramming.com
3. Pemrograman Terstruktur dengan C++
B. DASAR TEORI
1. Tipe Data Dasar
Data merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau variabel.
Konstanta menyatakan nilai yang tetap, sedangkan variabel menyatakan nilai yang dapat
diubah-ubah selama eksekusi berlangsung, Data berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi
lima kelompok, yang dinamakan sebagai tipe data dasar. Kelima tipe data dasar adalah:
 Bilangan bulat (integer)
 Bilangan real presisi-tunggal
2
 Bilangan real presisi-ganda
 Karakter
 Tak-bertipe (void), keterangan lebih lanjut tentang void dijelaskan dalam Bab
Selanjutnya.
Kata-kunci yang berkaitan dengan tipe data dasar secara berurutan di antaranya adalah
int (short int, long int, signed int dan unsigned int), float, double, dan char. Tabel 2-1
memberikan informasi mengenai ukuran memori yang diperlukan dan kawasan dari
masing-masing tipe data dasar.
Tabel 1.Ukuran memori untuk tipe data
Untuk tipe data short int, long int, signed int dan unsigned int, maka ukuran memori yang
diperlukan serta kawasan dari masint-masing tipe data adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Ukuran memori untuk tipe data int
Catatan :
 Ukuran dan kawasan dari masing-masing tipe data adalah bergantung pada jenis
mesin yang digunakan (misalnya mesin 16 bit bisa jadi memberikan hasil berbeda
dengan mesin 32 bit).
2 Variabel
2.1 Aturan Pendefinisan Variabel
Aturan penulisan pengenal untuk sebuah variabel, konstanta atau fungsi yang
didefinisikan oleh pemrogram adalah sebagai berikut :
 Pengenal harus diawali dengan huruf (A..Z, a..z) atau karakter garis bawah ( _).
3
 Selanjutnya dapat berupa huruf, digit (0..9) atau karakter garis bawah atau tanda
dollar ($).
 Panjang pengenal boleh lebih dari 31 karakter, tetapi hanya 31 karakter pertama
yang akan dianggap berarti. Pengenal tidak boleh menggunakan nama yang
tergolong sebagai kata-kata cadangan (reserved words) seperti int, if, while
dan sebagainya.
2.2 Mendeklarasikan Variabel
Variabel digunakan dalam program untuk menyimpan suatu nilai, dan nilai yang ada
padanya dapat diubah-ubah selama eksekusi program berlangsung. Variabel yang akan
digunakan dalam program haruslah dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian deklarasi di
sini berarti memesan memori dan menentukan jenis data yang bisa disimpan di dalamnya.
Bentuk umum deklarasi variabel:
Pada pendeklarasian varibel, daftar-variabel dapat berupa sebuah variabel atau
beberapa variabel yang dipisahkan dengan koma.
Contoh:
int var_bulat1;
float var_pecahan1, var_pecahan2;
2.3 Memberikan Nilai ke Variabel
Untuk memberikan nilai ke variabel yang telah dideklarasikan, maka bentuk umum
pernyataan yang digunakan adalah :
Contoh:
int var_bulat = 10;
double var_pecahan = 10.5;
2.4 Inisialisasi Variabel
Adakalanya dalam penulisan program, setelah dideklarasikan, variabel langsung diberi
nilai awal. Sebagai contoh yaitu variabel nilai :
4
int nilai;
nilai = 10;
Dua pernyataan di atas sebenarnya dapat disingkat melalui pendeklarasian yang disertai
penugasan nilai, sebagai berikut :
int nilai= 10;
Cara seperti ini banyak dipakai dalam program C, di samping menghemat penulisan
pernyataan, juga lebih memberikan kejelasan, khususnya untuk variabel yang perlu diberi
nilai awal (diinisialisasi).
3 Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap. Berbeda dengan variabel, suatu konstanta tidak
dideklarasikan. Namun seperti halnya variabel, konstanta juga memiliki tipe. Penulisan
konstanta mempunyai aturan tersendiri, sesuai dengan tipe masing-masing.
1. Konstanta karakter misalnya ditulis dengan diawali dan diakhiri dengan tanda petik
tunggal, contohnya : ‘A’ dan ‘@’.
2. Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tak
mengandung bagian pecahan, contohnya : –1 dan 32767.
3. Konstanta real (float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa
titik) dan nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e),
contohnya : 27.5f (untuk tipe float) atau 27.5 (untuk tipe double) dan 2.1e+5
(maksudnya 2,1 x 105 ).
4. Konstanta string merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan
tanda petik-ganda (“), contohnya :“Pemrograman Dasar C”.
4 Operator
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program untuk
melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai,
memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai. Sebagian
operator C tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua
buah nilai (operand).
Contoh :
a + b
5
Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua
operandnya (yaitu a dan b). Karena operator penjumlahan melibatkan dua operator ini
tergolong sebagai operator binary.
-c
Simbol – (minus) juga merupakan operator. Simbol ini termasuk sebagai operator unary,
yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand (yaitu c pada contoh ini).
4.1. Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :
* perkalian
/ pembagian
% sisa pembagian
+ penjumlahan
– pengurangan
Adapun operator yang tergolong sebagai operator unary.
– tanda minus
+ tanda plus
Contoh pemakaian operator aritmatika misalnya untuk memperoleh nilai diskriminan dari
suatu persamaan kuadrat : D = b2 – 4ac
/* File program : diskrim.c
Menghitung diskriminan pers kuadrat ax^2 + bx + c = 0 */
# include
main()
{
float a,b,c,d;
a = 3.0f;
b = 4.0f;
c = 7.0f;
d = b*b-4*a*c;
printf(“Diskriminan =%f\n”,d);
}
Contoh eksekusi :
Diskriminan = -84.000000
Operator yang telah dituliskan di atas, yang perlu diberi penjelasan lebih lanjut adalah
operator sisa pembagian. Beberapa contoh berikut kiranya akan memperjelas makna dari
operator ini .
 Sisa pembagian bilangan 7 dengan 2 adalah 1 (7 % 2  1)
 Sisa pembagian bilangan 6 dengan 2 adalah 0 (6 % 2 0)
6
 Sisa pembagian bilangan 8 dengan 3 adalah 1 (8 % 3 2)
Kegunaan operator ini diantaranya bisa dipakai untuk menentukan suatu bilangan bulat
termasuk ganjil atau genap, berdasarkan logika : “Jika bilangan habis dibagi dua (sisanya nol),
bilangan termasuk genap. Sebaliknya, termasuk ganjil”.
4.2. Operator Penurunan dan Penaikan
Masih berkaitan dengan operasi aritmatika, C menyediakan operator yang disebut sebagai
operator penaikan dan operator penurunan, yaitu :
 ++ operator penaikan
 operator penurunan
Operator penaikan digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan
operator terhadap variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya, contohnya :
x = x+1;
y = y+1;
Bisa ditulis menjadi :
++x;
–y;
atau :
x++;
y–;
bergantung pada kondisi yang dibutuhkan oleh pemrogram. Di bawah ini adalah contoh yang
akan menunjukkan perbedaan pemakaian dan hasil dari ++x dengan x++ (atau pemakaian
y– dengan –-y).
/* File program : pre_post.c
Contoh penggunaan pre & post Increment operator */
#include
main()
{
int count = 0, loop;
loop = ++count; /* count=count+1; loop=count; */
printf(“loop = %d, count = %d\n”, loop, count);
loop = count++; /* loop=count; count=count+1; */
printf(“loop = %d, count = %d\n”, loop, count);
}
Contoh eksekusi :
loop = 1, count = 1
loop = 1, count = 2
4.3. Prioritas Operator Aritmatika
7
Tabel di bawah ini memberikan penjelasan mengenai prioritas dari masingmasing
operator. Operator yang mempunyai prioritas tinggi akan diutamakan dalam hal pengerjaan
dibandingkan dengan operator yang memiliki prioritas lebih rendah.
Tabel 2.3 Tabel prioritas operator aritmatika dan urutan pengerjaannya
*)
Bentuk unary + dan unary – memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada bentuk binary + dan
binary –
4.4. Operator Penugasan
Operator penugasan (assignment operator) digunakan untuk memindahkan nilai dari
suatu ungkapan (expression) ke suatu pengenal. Operator pengerjaan yang umum
digunakan dalam bahasa pemrograman, termasuk bahasa C adalah operator sama dengan.
(=). Contohnya :
fahrenheit = celcius * 1.8 + 32;
Maka ‘=’ adalah operator penugasan yang akan memberikan nilai dari ungkapan : celcius
* 1.8 + 32 kepada variabel fahrenheit.
Bahasa C juga memungkinkan dibentuknya statemen penugasan menggunakan
operator pengerjaan jamak dengan bentuk sebagai berikut :
pengenal1 = pengenal2 = … = ungkapan ;
Misalnya :
a = b = 15;
maka nilai variabel ‘a ‘ akan sama dengan nilai variabel ‘b‘ akan sama dengan 15.
4.5 Operator Kombinasi (Pemendekan)
C menyediakan operator yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan operasi
penugasan semacam
x = x + 2;
y = y * 4;
menjadi
8
x += 2;
y *= 4;
Daftar berikut memberikan seluruh kemungkinan operator kombinasi dalam suatu
pernyataan serta pernyataan padanannya.
Tabel 4. Seluruh kemungkinan operator kombinasi dan padanannya
C. TUGAS PENDAHULUAN
1. Berapakah nilai jawaban yang ditampilkan oleh program di bawah ini :
#include
main()
{
int jawab, hasil;
jawab = 100;
hasil = jawab – 10;
printf(“Jawabannya adalah %d\n”, hasil + 6);
}
9
MATERI 1
A. STRUKTUR PROGRAM
Secara umum struktur program dalam C++ adalah sebagai berikut:
Keterangan :
1. Deklarasi header file diawali dengan #include Titik-titik diisi dengan nama
header file yang ingin digunakan. Header file merupakan suatu fungsi yang
mendukung eksekusi instruksi tertentu dalam C++
2. Deklarasi konstanta (bisa ada bisa tidak)
3. Deklarasi variabel global (bisa ada bisa tidak)
4. Deklarasi fungsi bisa ada bisa tidak. Fungsi juga dapat diletakkan seletah fungsi
main().
5. Deklarasi class (bisa ada bisa tidak)
6. Fungsi utama  harus ada, diawali dengan { dan diakhiri dengan }. Didalamnya
berisi instruksi-instruksi yang nantinya akan dieksekusi berikut deklarasi variabel
(variabel lokal) yang diperlukan.
Beberapa header file yang sering digunakan :
1. iostream.h
Untuk instruksi:
cout<>nama_var;
2. conio.h
Untuk instruksi:
getch();
clrscr();
Instruksi untuk memindah cursor dibaris berikut:
1. ”\n”
2. <<endl;
Menuliskan komentar :
1. //
Jika komentar hanya satu baris
deklarasi header file/preprocessor
deklarasi konstanta
deklarasi var global
deklarasi fungsi
deklarasi class
program utama (fungsi utama)
main() {
…….
……..
}
10
2. /*…..*/
Sangat berguna jika komentar lebih dari satu baris.
C++ bersifar case sensitive  membedakan huruf besar dan huruf kecil, sehingga:
1. instruksi harus ditulis dalam huruf kecil
2. Variabel yang ditulis dengan huruf kecil dan huruf besar berbeda.
Contoh program :
Contoh 1:
//ini contoh pertama
#include
#include
main() {
cout<<"Pemrograman Terstruktur";
getch();
}
Contoh 2:
//ini contoh kedua
#include
#include
main() {
cout<<"Pemrograman Terstruktur";
cout<<"Program D3";
cout<<"Jurusan Manajemen Informatika";
getch();
}
Contoh 3:
//ini contoh ketiga
#include
#include
main() {
cout<<"Pemrograman Terstruktur\n";
cout<<"Program D3\n";
cout<<"Jurusan Manajemen Informatika";
getch();
}
11
Contoh 4 :
//ini contoh keempat
#include
#include
main() {
cout<<"Pemrograman Terstruktur"<<endl;
cout<<"Program D3"<<endl;
cout<<"Jurusan Manajemen Informatika"<<endl;
getch();
}
Contoh 5 :
//ini contoh kelima
/* Pengggunaan \n
untuk mengatur tampilan */
#include
#include
main() {
cout<<"Pemrograman\n Terstruktur\n";
cout<<"\nProgram D3";
cout<<"\nJurusan \nManajemen Informatika";
getch();
}
B. VARIABEL DAN TIPE DATA
Variabel merupakan sarana yang digunakan untuk menyimpan data. Nama variabel
(identifier) bebas, tetapi harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. tidak boleh ada spasinya
2. tidak boleh mengandung operator aritmatik
3. tidak boleh diawali dengan angka
4. tidak boleh merupakan reserved word dalam bahasa pemrograman.
5. mencerminkan data yang akan disimpan.
Macam-macam tipe data :
Name Description Size* Range*
char
Character or small
integer.
1byte
signed: -128 to
127
unsigned: 0 to 255
short int
(short) Short Integer. 2bytes
signed: -32768 to
32767
unsigned: 0 to
65535
12
int Integer. 4bytes
signed: –
2147483648 to
2147483647
unsigned: 0 to
4294967295
long int
(long) Long integer. 4bytes
signed: –
2147483648 to
2147483647
unsigned: 0 to
4294967295
bool
Boolean value. It can
take one of two values:
true or false.
1byte true or false
float Floating point number. 4bytes 3.4e +/- 38 (7
digits)
double
Double precision floating
point number. 8bytes 1.7e +/- 308 (15
digits)
long
double
Long double precision
floating point number.
8bytes 1.7e +/- 308 (15
digits)
wchar_t Wide character. 2bytes 1 wide character
*) http://cplusplus.com/doc/tutorial/variables.html
size dan range tergantung compilernya
Deklarasi variabel
Contoh:
int a;
float b
char n_hrf;
double gaji;
char nama[20];
dsb.
13
Contoh lain:
int a;
int b;
int c;
dapat disingkat penulisannya menjadi:
int a,b,c;
Memberi nilai variabel
1. Inisialisasi (variabel diberi nilai langsung)
Contoh 6:
//a dan c diinisialisasi
#include
#include
main() {
int a;
float c;
a=5;
c=6;
cout<<"Nilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
Contoh 7:
//a dan c diinisialisasi
#include
#include
main() {
int a;
float c;
a=5.7;
c=6.7;
cout<<"Nilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
Inisialisasi harus sesuai dengan tipe datanya.
Contoh 8:
//cara lain untuk inisialisasi
#include
#include
main() {
int a=5;
float c=6;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
14
Contoh 9:
//inisialisasi untuk variable yang nilainya sama
#include
#include
main() {
int a,b,c;
a=b=c=5;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai b = "<<b;
cout<<"\nNilai c = "<>
Contoh 10:
//input data dengan cin>>
#include
#include
main() {
int a;
float c;
cin>>a;
cin>>c;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
Contoh 11:
//input dengan tambahan instruksi cout<<
#include
#include
main() {
int a;
float c;
cout<>a;
cout<>c;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
3. Proses
Cth: adanya operator aritmatik (+,-,*,/)
Contoh 12:
//penggunaan operator +
#include
#include
main() {
int a,b,c;
a=6; b=7;
c=a+b;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai b = "<<b;
cout<<"\nNilai c = "<<c;
getch();
}
15
MATERI II
DEKLARASI KONSTANTA DAN OPERATOR ARITMATIK
Kompetensi Dasar:
Dapat menggunakan deklarasi konstanta dan operator aritmatik dalam program.
Indikator Kompetensi:
1. Dapat mendeklarasikan konstanta.
2. Dapat menuliskan ekspresi aritmatik dengan benar, berikut pemilihan tipe data
yang benar.
3. Dapat menggunakan operator gabungan dan ekspresi increasing dan decreasing.
4. Dapat melakukan type casting dalam suatu ekspresi aritmatik
5. Mengaplikasikan konstanta dan operator aritmatik dalam program.
A. Deklarasi konstanta
Ada dua cara untuk mendeklarasikan konstanta:
1. Setelah deklarasi header file dengan menggunakan #define
Contoh 1:
//contoh deklarasi konstanta 1
#include
#include
#define phi 3.14
#define r1 3
#define r2 10.7
#define kar ‘A’
#define teks “Contoh deklarasi konstanta”
#define x true
main() {
cout<<teks<<"\n";
cout<<kar<<"\n";
cout<<x<<"\n";
cout<<phi<<"\n";
cout<<r1<<"\n";
cout<<r2<<"\n";
getch();
}
Keterangan :
 phi dan r2 adalah konstanta yang tipenya float
 r1 adalah konstanta yang bertipe int
 kar adalah konstanta yang bertipe char
 teks adalah konstanta karakter string, tipe char
 x adalah konstanta yang tipenya boolean
16
2. Di dalam fungsi dengan menggunakan const
Contoh 2:
// contoh deklarasi konstanta 2
#include
#include
main() {
const float phi=3.14;
const int r1=3;
const float r2=10.7;
const char kar=’A’;
const char teks[30]=”Contoh deklarasi konstanta” ;
const bool x=true;
cout<<teks<<"\n";
cout<<kar<<"\n";
cout<<x<<"\n";
cout<<phi<<"\n";
cout<<r1<<"\n";
cout<<r2<<"\n";
getch();
}
Constanta tidak dapat diubah nilainya, berbeda dengan proses inisialisasi, dimana nilainya
dapat diubah-ubah.
B. Operator Aritmatik
Operator aritmatik terdiri :
1. Penjumlahan (+)
2. Pengurangan (-)
3. Perkalian (*)
4. Pembagian (/)
5. Modulo (%)
Contoh 3:
//operator aritmatik 1
#include
#include
#define phi 3.14
#define r1 10
#define teks “Program mencari luas lingkaran\n\n”
main() {
cout<<teks;
float r, luas;
cout<<"Luas lingkaran pertama = "<<phi*r1*r1;
cout<>r;
luas=phi*r*r;
cout<<"\nLuas lingkaran kedua = "<<luas;
getch();
}
17
Contoh 3:
//operator aritmatik 2
#include
#include
main() {
int a,b,hasil,sisa;
cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
cout<>a;
cout<>b;
hasil=a/b;
sisa=a%b;
cout<<"\nHasil pembagian bulat = "<<hasil;
cout<<"\nSisa hasil bagi = "<<sisa;
getch();
}
Tipe Casting
Dari contoh 3 dapat diketahui bahwa:
Jika kita mempunyai dua variabel integer (a dan b), dan kita ingin membagi keduanya
(a/b), hasilnya diimpan ke variabel hasil yang tipenya int , maka hasil yang tersimpan
hanya nilai integernya saja.
Bagaimana jika kita ingin agar dua bilangan bulat yang dibagi tersebut hasilnya dapat
memuat angka desimal?
Caranya :
Tipe variabel yang menampung hasil harus float dan ubah salah satu data yang diproses
menjadi float sementara (type casting)
Contoh 4:
//operator aritmatik 3
//pembagian dengan hasil bertipe float, hasil yang tersimpan
adalah integernya
#include
#include
main() {
int a,b;
float c;
cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
cout<>a;
cout<>b;
c=a/b;
cout<<"\nHasil pembagian = "<<c;
getch();
}
18
Contoh 5:
//operator aritmatik 4
//contoh penggunaan type casting
#include
#include
main() {
int a,b;
float c;
cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
cout<>a;
cout<>b;
c=float(a)/b;
cout<<"\nHasil pembagian = "<<c;
getch();
}
Mengatur angka desimal dan non desimal
Caranya:
1. menggunakan instruksi setprecision(n)
2. menggunakan instruksi setiosflag(ios::fixed)
Kedua instruksi diatas memerlukan header file iomanip.h
Contoh 6:
//penggunaan setprecision
#include
#include
#include
main() {
int a,b;
float c;
cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
cout<>a;
cout<>b;
c=float(a)/b;
cout<<"\nHasil pembagian = "<<setprecision(3)<<c;
getch();
}
Keterangan :
setprecision (3)  tempat yang dipesan baik untuk nilai bulat maupun desimal adalah 3.
19
Contoh 7:
//penggunaan setprecision dan setiosflags
#include
#include
#include
main() {
int a,b;
float c;
cout<<"Contoh penggunaan / dan %\n\n";
cout<>a;
cout<>b;
c=float(a)/b;
cout<<"\nHasil pembagian = "
<<setiosflags(ios::fixed)<<setprecision(2)<<c;
getch();
}
Keterangan :
setiosflags(ios::fixed)<<setprecision(2)  tempat yang dipesan untuk angka desimal saja.
Contoh 8:
//penggunaan setprecision untuk data yang nilainya besar
#include
#include
#include
#include
main() {
char nama[10];
double gpokok,pot,tunj,gbersih;
cout<>nama;
cout<>gpokok;
cout<>tunj;
cout<>pot;
gbersih=gpokok+tunj-pot;
cout<<"\n\nGaji bersih : "<<setpecision(10)<<gbersih;
getch();
}
Keterangan:
Instruksi setprecision(10) bisa dihilangkan seandainya gaji bersih kurang dari 1 juta, tetapi
jika lebih dari 1 juta maka akan ditampilkan dalam bentuk eksponensial sehingga perlu
ketelitian dalam membaca hasilnya.
20
Operator gabungan
Antara lain : +=, -=, *=, /=, %=
Operator Contoh Ekivalen
+= bonus += 500; bonus = bonus + 500;
-= budget -= 50; budget = budget – 50;
*= gaji *= 1.2; gaji=gaji * 1.2;
/= faktor/= 50; faktor= faktor/.50;
%= jml_hari %=7; jml_hari =jml_hari % 7;
Contoh 8:
// operator gabungan
#include
#include
main()
{
int i = 4;
int j = 8;
int k = 12;
int jwb;
jwb = i + j;
cout << jwb << "\n";
jwb += k;
cout << jwb << "\n";
jwb /= 3;
cout << jwb << "\n";
jwb -= 5;
cout << jwb << "\n";
jwb *= 2;
cout << jwb << "\n";
jwb %= 4;
cout << jwb << "\n";
jwb *= 5+3;
cout << jwb << "\n";
jwb += 4-2;
cout << jwb << "\n";
getch();
}
Increase dan Decrease
Operator Contoh Deskripsi Pernyataan yang ekivalen
++ J++; posfix j = j + 1; j += 1;
++ ++j; prefix j = j + 1; j += 1;
— j–; postfix j = j – 1; j -= 1;
— –j; prefix j = j – 1; j -= 1;
21
Contoh 9 :
// increase dan decrease
#include
#include
main()
{
int i1=4,i2=4;
int j1=8,j2=8;
int a,b,c,d;
a=++i1;
b=i2++;
c=–j1;
d=j2–;
cout<<"\nNilai a = "<<a;
cout<<"\nNilai i1 = "<<i1;
cout<<"\n\nNilai b = "<<b;
cout<<"\nNilai i2 = "<<i2;
cout<<"\n\nNilai c = "<<c;
cout<<"\nNilai j1 = "<<j1;
cout<<"\n\nNilai d = "<<d;
cout<<"\nNilai j2 = "<<j2;
getch();
}
Fungsi built-in matematik yang sering digunakan
Fungsi-fungsi tersebut antara lain:
1. Fungsi sqrt(x)  untuk mencari x.
2. Fungsi pow(x,y)  digunakan untuk mencari xy
Kedua fungsi tersebut harus menggunakan header file math.h
Contoh 10:
//penggunaan sqrt dan pow
#include
#include
#include
main() {
float a,b,c,d;
a=5;
b=7;
c=sqrt(a);
d=pow(a,b);
cout<<"\nAkar "<<a<<" = "<<c;
cout<<"\n"<<a<<" pangkat "<<b<<" = "< Lebih besar
= Lebih atau sama
<= Kurang atau sama
!= Tidak sama dengan
Selain itu jika syarat yang digunakan lebih dari satu sering digunakan operator logika
yakni :
Operator Arti
&& And
|| Or
! Not
Contoh 1:
//penggunaan if
#include
#include
main() {
int a;
cout<>a;
a=a+2;
if (a>5)
a=a-6;
a=a+3;
cout<<"\nNilai a sekarang = "<5) dipenuhi akan
mengeksekusi instruksi a=a-6, tidak dipenuhi maka didalam instruksi if tidak mengerjakan
apapun, langsung menuju instruksi setelah if.
Contoh 2:
/*program contoh penggunaan
perintah if else*/
#include
#include
main ()
{
float nmid, nujian;
char ket,nama[20];
cout<<"Menentukan lulus tidaknya mahasiswa\n";
cout<<"———————————–\n";
cout<>nama;
cout<>nmid;
cout<> nujian;
float rata=(nmid+nujian)/2;
if (rata >=60)
ket=’L’;
else
ket=’T’;
cout<<"\nKeterangan(L=Lulus/T=Tidak) : "<<ket;
cout<<"\nNilai rata-rata : "<=60) dipenuhi maka
akan mengerjakan instruksi dibawah if, tetapi jika tidak dipenuhi maka akan mengerjakan
istruksi setelah else.
Instruksi percabangan dalam bentuk 2, ada yang dapat dituliskan dengan operator kondisi
(?) seperti contoh berikut:
Contoh 3:
//program contoh penggunaan operator ?
#include
#include
main ()
{
float nmid, nujian;
char ket,nama[20];
cout<<"Menentukan lulus tidaknya mahasiswa\n";
cout<<"———————————–\n";
cout<>nama;
cout<>nmid;
cout<> nujian;
float rata=(nmid+nujian)/2;
ket=(rata>=60)?’L’:’T’;
cout<<"\nKeterangan(L=Lulus/T=Tidak) : "<<ket;
25
cout<<"\nNilai rata-rata : "<<rata;
getch();
}
Contoh berikut menggunakan if bentuk 3, dimana ada banyak kondisi yang masing-masing
punya instruksi tersendiri untuk dieksekusi.
Contoh 4:
/*program contoh penggunaan
perintah if else*/
#include
#include
main ()
{
float nmid, nujian;
char ket,nama[20];
cout<<"Menentukan lulus tidaknya mahasiswa\n";
cout<<"———————————–\n";
cout<>nama;
cout<>nmid;
cout<> nujian;
float rata=(nmid+nujian)/2;
if (rata >=60)
ket=’L’;
else
ket=’T’;
char nh;
if (rata>=80)
nh=’A’;
else if (rata>=60)
nh=’B’;
else if (rata>=40)
nh=’C’;
else if (rata>=20)
nh=’D’;
else
nh=’E’;
cout<<"\nKeterangan(L=Lulus/T=Tidak) : "<<ket;
cout<<"\nNilai rata-rata : "<<rata;
cout<<"\nNilai huruf : "<<nh;
getch();
}
Jika kondisi yang digunakan dalam percabangan bentuk 3 merupakan konstanta integer
atau karakter, maka dapat tuliskan dengan instruksi switch.
Syntax:
26
switch (ekpresi)
{
case konstanta_l:
pernyataan;
.
.
break;
case konstanta_2:
pernyataan;
.
.
break;
.
.
default:
pernyataan;
.
.
}
Kasus ada pada contoh 5, dituliskan dengan instruksi swicth pada contoh 6 :
Contoh 5:
/*program contoh penggunaan
perintah if else*/
#include
#include
main ()
{
char nh,nama[20],mk[20];
cout<<"Mengubah nilai huruf menjadi angka\n";
cout<<"———————————–\n";
cout<>nama;
cout<>mk;
cout<> nh;
int na;
if (nh==’A’)
na=4;
else if (nh==’B’)
na=3;
else if (nh==’C’)
na=2;
else if (nh==’D’)
na=1;
else
na=0;
cout<<"\nNilai angka : "<<na;
getch();
}
27
Contoh 6:
/*program contoh penggunaan
perintah switch*/
#include
#include
main ()
{
char nh,nama[20],mk[20];
cout<<"Mengubah nilai huruf menjadi angka\n";
cout<<"———————————–\n";
cout<>nama;
cout<>mk;
cout<> nh;
int na;
switch (nh)
{ case ‘A’:
na=4;
break;
case ‘B’:
na=3;
break;
case ‘C’:
na=2;
break;
case ‘D’:
na=1;
break;
case ‘E’:
na=0;
break;
default:
cout<<"\nNilai yang anda masukkan salah";
}
cout<<"\nNilai angka : "<<na;
getch();
}
28
MATERI IV
PERULANGAN (LOOPING)
Kompetensi Dasar:
Dapat menggunakan instruksi perulangan dalam pemecahan masalah.
Indikator Kompetensi:
1. Mengenal dan memahami kapan diperlukannya perulangan.
2. Memahami syntax perintah perulangan
3. Dapat menggunakan perulangan untuk suatu aplikasi.
PERULANGAN
Contoh berikut digunakan untuk menampilkan tulisan ”Selamat datang” dilayar sebanyak 5
baris.
Contoh 1:
#include
#include
main() {
cout<<"\nSelamat datang";
cout<<"\nSelamat datang";
cout<<"\nSelamat datang";
cout<<"\nSelamat datang";
cout<<"\nSelamat datang";
getch();
}
Tidak menjadi masalah jika yang ditampilkan ke layar hanya 5 baris, tetapi bagaimana
halnya jika kita ingin menampilkan tulisan tersebut dilayar sebanyak 10 baris, 50 baris atau
bahkan lebih.
Tentunya sangat tidak efisien jika harus mengcopy instruksi yang sama berulang ulang.
Itulah sebabnya muncul instruksi perulangan untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Ada dua jenis perulangan:
1. Perulangan yang jumlahnya diketahui pasti.
Menggunakan instruksi for, while atau do while
2. Perulangan yang jumlahnya tidak diketahui pasti, tetapi diketahui kapan perulangan
tersebut dikerjakan (syarat agar perulangan dikerjakan).
Menggunakan instruksi while atau do while.
29
PERULANGAN YANG JUMLAHNYA DIKETAHUI
Perulangan Dengan For
Syntaxnya adalah sebagai berikut:
for (inisialisasi; kondisi/syarat; kenaikan-indek)
{ instruksi;
.
.
}
Jalannya instruksi adalah sebagai berikut:
1. Pertama instruksi pada inisialisasi akan dijalankan. Umumnya inisialisasi
digunakan untuk memberi nilai awal variabel indek, walaupun tidak menutup
kemungkinan, dapat juga digunakan untuk inisialisasi variabel lain yang
diperlukan. Inisialisasi ini hanya dijalankan satu kali saja.
2. Berikutnya kondisi akan dicek, dipenuhi atau tidak.
3. Jika kondisi/syarat dipenuhi maka instruksi di dalam instruksi for akan dijalankan.
4. Akhirnya, akan mengeksekusi kenaikan indek. Untuk selanjutnya kembali ke
langkah 2.
Jika program pada contoh 1 ditulis dengan instruksi for, maka akan menjadi seperti di
bawah ini:
Contoh 2:
#include
#include
main() {
for(int i=1;i<=5;i++)
cout<<"\nSelamat datang";
getch();
}
Pernyataan untuk inisialisasi dapat dituliskan lebih dari satu.
Contoh 3:
#include
#include
main() {
int a;
for(int i=1,a=5;i<=10;i++)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5;
}
getch();
}
30
Contoh 3 diatas dapat juga dituliskan dengan cara sebagai berikut:
Contoh 4:
#include
#include
main() {
int a=5;
int i=1;
for(;i<=10;i++)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5;
}
getch();
}
Dapat juga dituliskan dengan cara sebagai berikut:
Contoh 5:
#include
#include
main() {
int a=5;
int i=1;
for(;i<=10;)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5;
i++;
}
getch();
}
Untuk pemahaman terhadap contoh 3, 4 dan 5 perhatikan perbedaan penulisan pada
pernyataan for nya.
Indek untuk perulangan for tidak harus selalu bertambah dengan 1 (i++), tetapi juga bisa
dengan 2,3,4, atau lainnya tergantung kebutuhan, bahkan indek juga bisa dibuat menurun
(i–) seperti pada contoh 5a dan 5b berikut ini.
Contoh 5a:
#include
#include
main() {
int b;
cout<>b;
for(int i=1;i<=b;i=i+2)
cout<<i<<"\n";
getch();
}
31
Contoh 5b:
#include
#include
main() {
int b;
cout<>b;
for(int i=b;i>=1;i=i-2)
cout<<i<<"\n";
getch();
}
Perulangan Dengan While
Syntax :
while (syarat)
{ instruksi;
.
.
}
Jika contoh no 2 dan 3 akan ditulis menggunakan instruksi while maka akan menjadi sbb:
Contoh 6:
#include
#include
main() {
int i=1;
while (i<=5)
{ cout<<"\nSelamat datang";
i++;
}
getch();
}
Contoh 7:
#include
#include
main() {
int a=5,i=1;
while (i<=10)
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5;
i++;
}
getch();
}
32
Perulangan Dengan Do While
Syntax:
do
{ instruksi;
.
.
}
while (syarat);
Mirip dengan while, perbedaannya adalah:
While Do while
Bisa jadi tidak akan pernah dikerjakan
jika syarat tidak dipenuhi.
Ini dikarenakan sebelum instruksi
dikerjakan, syarat dicek terlebih dahulu.
Minimal dikerjakan satu kali walaupun
syarat tidak dipenuhi.
Ini dikarenakan instruksi dikerjakan
dahulu, baru syarat dicek untuk
melanjutkan perulangan.
Jika contoh 6 dan 7 ditulis dengan do while maka, akan menjadi sbb:
Contoh 8:
#include
#include
main() {
int i=1;
do
{ cout<<"\nSelamat datang";
i++;
}
while (i<=5);
getch();
}
Contoh 9:
#include
#include
main() {
int a=5,i=1;
do
{ cout<<"\nNilai ke "<<i<<" = "<<a;
a+=5;
i++;
}
while (i<=10);
getch();
}
33
Contoh kasus untuk latihan:
1. Buat program untuk mencari rata-rata dari n bilangan.
2. Buat program untuk mencari total penjualan dari n jenis barang, dan pemberian
diskon penjualan, dengan ketentuan,
Pembelian diatas 500 ribu mendapat diskon 10%
Pembelian diatas 200 ribu sampai dengan 500 ribu mendapat diskon 5%
Pembelian 200 ribu kebawah tidak mendapat diskon.
3. Buat program untuk mencari ipk dari n matakuliah yang diambil seorang
mahasiswa.
Untuk masing-masing nomor buat dengan instruksi for, while dan do while.
PERULANGAN YANG JUMLAHNYA TDK PASTI
Perhatikan contoh 10 berikut ini. Program digunakan untuk menginputkan n data.
Seandainya pada saat program dijalankan n diinputkan 10, tetapi karena kesalahan, terinput
100 maka tetap harus diinputkan 100 data. Ada cara lain untuk ini, dimana menggunakan
perulangan yang tidak diketahui pasti jumlahnya, tetapi diketahui kapan perulangan
dikerjakan, yakni selama masih ada data lagi. Sehingga program dimodifikasi menjadi
contoh no 11.
Contoh 10:
#include
#include
main() {
int b,angka;
cout<>b;
for(int i=1;i<=b;i++)
{ cout<<"Data ke "<<i<>angka; }
getch();
}
Contoh 11:
#include
#include
main() {
int angka;
char ada;
cout<>ada;
while (ada==’Y’)
{ cout<>angka;
cout<>ada;
}
getch();
}
34
MATERI V
POINTER DAN MEMORI DINAMIS
Kompetensi:
Mampu memahami konsep pointer beserta penggunaanya
Indikator:
1. Mampu mendeklarasikan pointer.
2. Mampu menggunakan pointer dalam program
Operator Reference (&)
Digunakan untuk mengetahui alamat memori yang ditempat oleh suatu variabel.
Contoh 1
#include
#include
main() {
int x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
getch();
}
Program diatas akan menampilkan nilai variabel x, dan memori yang ditempati oleh x.
Mendeklarasikan tipe pointer.
Dapat dilakukan seperti mendeklarasikan variabel biasa, tetapi dengan menambahkan
tanda asterik (*) sebelum nama variabel.
Contoh :
int *a;
float *x;
.
.
dsb.
Perbedaan pointer dengan variable biasa
Pointer Variabel biasa (bukan pointer)
Deklarasi variabel int *a; int b;
Alamat memori Tidak otomatis Otomatis
Mengetahui alamat memori a &b
Mengetahui datanya *a b
35
Perhatikan pernyataan berikut,
int b;
b=5;
instruksi diatas benar, karena pada saat b dideklarasikan, otomatis akan dialokasikan space
di memori.
Perhatikan pula pernyataan berikut,
int *a;
*a=7
instruksi diatas tidak diperbolehkan, karena pointer tidak otomatis disediakan space di
memori, maka kita tidak bisa langsung menggunakannya untuk menyimpan data.
Sehingga, sebelum pointer tersebut digunakan untuk menyimpan data harus dicarikan
dahulu space di memori.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk alokasi space di memori bagi pointer, yaitu:
1. Menempati space variable lain yang sudah punya space.
2. Dialokasikan tersendiri.
Menempati space variabel lain.
Variabel lain tersebut dapat berupa variabel biasa (bukan pointer) atau pointer yang
tentunya sudah punya alokasi space di memori.
Syntaxnya :
var_pointer = &var_biasa;
Contoh 2:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<*y;
getch();
}
Karena *y menempati alokasi memori yang sama dengan x, akibatnya data yang tersimpan
di dalamnyapun akan sama. Jika ada instruksi yang menginisialisasi x, otomatis juga akan
menginisialisasi *y.
36
Contoh 3 :
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Demikian juga, jika ada instruksi yang menginisialisasi *y, maka akan otomatis pula
menginisialisasi nilai x. Coba anda pikirkan output dua contoh program berikut ini :
Contoh 4:
#include
#include
main ()
{
int n1,n2;
int *p;
p=&n1;
*p=10;
p=&n2;
*p=20;
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p = "<<*p;
getch();
}
Contoh 5:
#include
#include
main ()
{
int n1=5,n2=15;
int *p1, *p2;
p1 = &n1;
p2 = &n2;
*p1 = 10;
*p2 = *p1;
p1 = p2;
*p1 = 20;
37
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p1 = "<<*p1;
cout<<"\nNilai p2 = "<<*p2;
getch();
}
Alokasi space tersendiri di memori (Memori dinamis).
Pointer tidak menempati space variabel lain, tetapi dialokasikan space tersendiri di memori
dengan instruksi new.
Syntaxnya:
var_ponter = new tipe_data-pointernya;
Contoh :
int *a;
float *x;
a=new int;
x=new float;
Perhatikan Contoh 6 yang dimodifikasi dari Contoh 3 sebelumnya.
Contoh 6:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
x dan y mempunyai alokasi memori yang berbeda, sehingga data yang tersimpan di
dalamnyapun akan berbeda pula.
Membebaskan memori dari variabel dinamis
Dengan alokasi memori dinamis ini kita dapat menghemat alokasi memori dengan cara
membebaskan memori dari variabel dinamis, jika memang variabel tersebut tidak
digunakan lagi.
Syntaxnya:
delete var_pointer;
38
Contoh 7:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
delete y;
cout<<"\n\nSetelah di delete";
cout<<"\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Perhatikan Contoh 7 diatas. Setelah dikenai instruksi delete y; maka nilai yang tersimpan
dalam *y akan hilang. Itulah sebabnya *y dikatakan sebagai variable dinamis, sedangkan x
merupakan variable statis, sehingga tidak bisa dibebaskan dari memori.
39
MATERI V
POINTER DAN MEMORI DINAMIS
Kompetensi:
Mampu memahami konsep pointer beserta penggunaanya
Indikator:
1. Mampu mendeklarasikan pointer.
2. Mampu menggunakan pointer dalam program
Operator Reference (&)
Digunakan untuk mengetahui alamat memori yang ditempat oleh suatu variabel.
Contoh 1
#include
#include
main() {
int x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
getch();
}
Program diatas akan menampilkan nilai variabel x, dan memori yang ditempati oleh x.
Mendeklarasikan tipe pointer.
Dapat dilakukan seperti mendeklarasikan variabel biasa, tetapi dengan menambahkan
tanda asterik (*) sebelum nama variabel.
Contoh :
int *a;
float *x;
.
.
dsb.
Perbedaan pointer dengan variable biasa
Pointer Variabel biasa (bukan pointer)
Deklarasi variabel int *a; int b;
Alamat memori Tidak otomatis Otomatis
Mengetahui alamat memori a &b
Mengetahui datanya *a b
40
Perhatikan pernyataan berikut,
int b;
b=5;
instruksi diatas benar, karena pada saat b dideklarasikan, otomatis akan dialokasikan space
di memori.
Perhatikan pula pernyataan berikut,
int *a;
*a=7
instruksi diatas tidak diperbolehkan, karena pointer tidak otomatis disediakan space di
memori, maka kita tidak bisa langsung menggunakannya untuk menyimpan data.
Sehingga, sebelum pointer tersebut digunakan untuk menyimpan data harus dicarikan
dahulu space di memori.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk alokasi space di memori bagi pointer, yaitu:
1. Menempati space variable lain yang sudah punya space.
2. Dialokasikan tersendiri.
Menempati space variabel lain.
Variabel lain tersebut dapat berupa variabel biasa (bukan pointer) atau pointer yang
tentunya sudah punya alokasi space di memori.
Syntaxnya :
var_pointer = &var_biasa;
Contoh 2:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<*y;
getch();
}
Karena *y menempati alokasi memori yang sama dengan x, akibatnya data yang tersimpan
di dalamnyapun akan sama. Jika ada instruksi yang menginisialisasi x, otomatis juga akan
menginisialisasi *y.
41
Contoh 3 :
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Demikian juga, jika ada instruksi yang menginisialisasi *y, maka akan otomatis pula
menginisialisasi nilai x.
Coba anda pikirkan output dua contoh program berikut ini :
Contoh 4:
#include
#include
main ()
{
int n1,n2;
int *p;
p=&n1;
*p=10;
p=&n2;
*p=20;
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p = "<<*p;
getch();
}
42
Contoh 5:
#include
#include
main ()
{
int n1=5,n2=15;
int *p1, *p2;
p1 = &n1;
p2 = &n2;
*p1 = 10;
*p2 = *p1;
p1 = p2;
*p1 = 20;
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p1 = "<<*p1;
cout<<"\nNilai p2 = "<<*p2;
getch();
}
Alokasi space tersendiri di memori (Memori dinamis).
Pointer tidak menempati space variabel lain, tetapi dialokasikan space tersendiri di memori
dengan instruksi new.
Syntaxnya:
var_ponter = new tipe_data-pointernya;
Contoh :
int *a;
float *x;
a=new int;
x=new float;
Perhatikan Contoh 6 yang dimodifikasi dari Contoh 3 sebelumnya.
Contoh 6:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
43
getch();
}
x dan y mempunyai alokasi memori yang berbeda, sehingga data yang tersimpan di
dalamnyapun akan berbeda pula.
Membebaskan memori dari variabel dinamis
Dengan alokasi memori dinamis ini kita dapat menghemat alokasi memori dengan cara
membebaskan memori dari variabel dinamis, jika memang variabel tersebut tidak
digunakan lagi.
Syntaxnya:
delete var_pointer;
Contoh 7:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
delete y;
cout<<"\n\nSetelah di delete";
cout<<"\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Perhatikan Contoh 7 diatas. Setelah dikenai instruksi delete y; maka nilai yang tersimpan
dalam *y akan hilang. Itulah sebabnya *y dikatakan sebagai variable dinamis, sedangkan x
merupakan variable statis, sehingga tidak bisa dibebaskan dari memori.
44
MATERI V
POINTER DAN MEMORI DINAMIS
Kompetensi:
Mampu memahami konsep pointer beserta penggunaanya
Indikator:
1. Mampu mendeklarasikan pointer.
2. Mampu menggunakan pointer dalam program
Operator Reference (&)
Digunakan untuk mengetahui alamat memori yang ditempat oleh suatu variabel.
Contoh 1
#include
#include
main() {
int x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
getch();
}
Program diatas akan menampilkan nilai variabel x, dan memori yang ditempati oleh x.
Mendeklarasikan tipe pointer.
Dapat dilakukan seperti mendeklarasikan variabel biasa, tetapi dengan menambahkan
tanda asterik (*) sebelum nama variabel.
Contoh :
int *a;
float *x;
.
.
dsb.
Perbedaan pointer dengan variable biasa
Pointer Variabel biasa (bukan pointer)
Deklarasi variabel int *a; int b;
Alamat memori Tidak otomatis Otomatis
Mengetahui alamat memori a &b
Mengetahui datanya *a b
45
Perhatikan pernyataan berikut,
int b;
b=5;
instruksi diatas benar, karena pada saat b dideklarasikan, otomatis akan dialokasikan space
di memori.
Perhatikan pula pernyataan berikut,
int *a;
*a=7
instruksi diatas tidak diperbolehkan, karena pointer tidak otomatis disediakan space di
memori, maka kita tidak bisa langsung menggunakannya untuk menyimpan data.
Sehingga, sebelum pointer tersebut digunakan untuk menyimpan data harus dicarikan
dahulu space di memori.
Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk alokasi space di memori bagi pointer, yaitu:
1. Menempati space variable lain yang sudah punya space.
2. Dialokasikan tersendiri.
Menempati space variabel lain.
Variabel lain tersebut dapat berupa variabel biasa (bukan pointer) atau pointer yang
tentunya sudah punya alokasi space di memori.
Syntaxnya :
var_pointer = &var_biasa;
Contoh 2:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<*y;
getch();
}
46
Karena *y menempati alokasi memori yang sama dengan x, akibatnya data yang tersimpan
di dalamnyapun akan sama. Jika ada instruksi yang menginisialisasi x, otomatis juga akan
menginisialisasi *y.
Contoh 3 :
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=&x;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Demikian juga, jika ada instruksi yang menginisialisasi *y, maka akan otomatis pula
menginisialisasi nilai x.
Coba anda pikirkan output dua contoh program berikut ini :
Contoh 4:
#include
#include
main ()
{
int n1,n2;
int *p;
p=&n1;
*p=10;
p=&n2;
*p=20;
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p = "<<*p;
getch();
}
47
Contoh 5:
#include
#include
main ()
{
int n1=5,n2=15;
int *p1, *p2;
p1 = &n1;
p2 = &n2;
*p1 = 10;
*p2 = *p1;
p1 = p2;
*p1 = 20;
cout<<"Nilai n1 = "<<n1;
cout<<"\nNilai n2 = "<<n2;
cout<<"\nNilai p1 = "<<*p1;
cout<<"\nNilai p2 = "<<*p2;
getch();
}
Alokasi space tersendiri di memori (Memori dinamis).
Pointer tidak menempati space variabel lain, tetapi dialokasikan space tersendiri di memori
dengan instruksi new.
Syntaxnya:
var_ponter = new tipe_data-pointernya;
Contoh :
int *a;
float *x;
a=new int;
x=new float;
Perhatikan Contoh 6 yang dimodifikasi dari Contoh 3 sebelumnya.
Contoh 6:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
48
x dan y mempunyai alokasi memori yang berbeda, sehingga data yang tersimpan di
dalamnyapun akan berbeda pula.
Membebaskan memori dari variabel dinamis
Dengan alokasi memori dinamis ini kita dapat menghemat alokasi memori dengan cara
membebaskan memori dari variabel dinamis, jika memang variabel tersebut tidak
digunakan lagi.
Syntaxnya:
delete var_pointer;
Contoh 7:
#include
#include
main() {
int x,*y;
y=new int;
x=5;
*y=10;
cout<<"Nilai x = "<<x;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati x = "<<&x;
cout<<"\n\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
delete y;
cout<<"\n\nSetelah di delete";
cout<<"\nNilai y = "<<*y;
cout<<"\nAlamat memori yang ditempati y = "<<y;
getch();
}
Perhatikan Contoh 7 diatas. Setelah dikenai instruksi delete y; maka nilai yang tersimpan
dalam *y akan hilang. Itulah sebabnya *y dikatakan sebagai variable dinamis, sedangkan x
merupakan variable statis, sehingga tidak bisa dibebaskan dari memori.
49
MATERI VI
FUNGSI
Kompetensi dasar:
Mampu membuat fungsi dalam pemecahan masalah.
Indikator kompetensi:
1. Memahami perlunya fungsi
2. Mampu memilih kapan menggunakan tipe fungsi tertentu
3. Mampu mendeklarasikan fungsi
4. Mampu membedakan variabel lokal dan global
5. Mampu melakukan pemanggilan fungsi dari fungsi lain
6. Mampu membuat aplikasi lengkap yang mengandung fungsi berbagai tipe berikut
pemanggilannya di fungsi lainnya
Perlunya Fungsi
Jika kita dihadapkan oleh suatu permasalahan yang besar, untuk mempermudah
pemecahannya, maka akan lebih baik jika dibagi-bagi menjadi sub permasalahan yang
lebih kecil.
Inilah yang merupakan konsep dari pemrograman terstruktur.
Fungsi
Deklarasi fungsi:
tipe_fungsi nama_fungsi(parameter_formal)
{ instruksi
dan deklarasi var lokal
}
BIG PROBLEM
subproblem subproblem subproblem . . . . . . . . . subproblem
50
Ada 2 tipe fungsi :
1. void
Fungsi tanpa return value.
2. bukan void (int, float, char dll …..)
Fungsi dengan return value.
Nama fungsi dapat dipilih sembarang, tetapi tetap mempertimbangkan syarat sebagaimana
jika kita memilih identifier.
Petunjuk membuat fungsi:
1. Agar lebih mudah anggap bahwa membuat fungsi sama dengan membuat
program.
2. Tentukan variable input dan variable outputnya.
3. Jika jumlah variable output sama dengan satu maka
kita bisa buat dalam fungsi yang tipenya void maupun bukan void.
else
tipe fungsi harus void
Fungsi tipenya bukan void :
a. tipe fungsi sama dengan tipe output
b. parameter formal (parameter value) fungsi adalah variable inputnya.
c. Instruksi fungsi = instruksi program dengan menghilangkan instruksi untuk
menginputkan data pada variable input, dan instruksi untuk menampilkan hasil dari
variable output.
d. Cek kembali apakah masih ada variable yang belum dideklarasikan. Jika ada, maka
deklarasikan sebagai variable local.
e. Diakhiri dengan instruksi :
return var_output;
Fungsi yang tipenya void:
a. tipe fungsinya void
b. Parameter formal fungsi ada dua macam:
 parameter value, adalah variable inputnya.
 Parameter reference/address, adalah variable outputnya
c. Instruksi fungsi = instruksi program dengan menghilangkan instruksi untuk
menginputkan data pada variable input, dan instruksi untuk menampilkan hasil dari
variable output.
51
Pemanggilan fungsi:
1. Fungsi yang tipenya void
nama_fungsi(parameter_aktual);
2. Fungsi yang tipenya bukan void
nama_var = nama_fungsi(parameter_aktual);
nama_var harus dideklarasikan dulu, tipenya harus sama dengan tipe output fungsi
Cotoh:
a. Fungsi mencari luas persegi panjang.
Input : p, l  int
Output: ls  int
Karena outputnya ada 1 variabel maka dapat dibuat fungsi dengan return value maupun
tanpa return value.
Fungsi dengan return value (tipenya = tipe output = int)
Contoh 1:
#include
#include
int luas(int p, int l)
{ int ls;
ls = p*l;
return ls; }
main(){
int pj,lb,hsl;
cout<>pj;
cout<>lb;
hsl=luas(pj,lb);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}
Program diatas dapat juga dituliskan seperti berikut:
Contoh 2:
#include
#include
int luas(int p, int l)
{return (p*l); }
main(){
int pj,lb;
cout<>pj;
cout<>lb;
cout<<"\nLuasnya = "<<luas(pj,lb);
getch();
}
52
Fungsi tanpa return value (tipenya void)
Contoh 3:
#include
#include
void luas(int &ls, int p, int l)
{ ls = p*l; }
main(){
int pj,lb, hsl;
cout<>pj;
cout<>lb;
luas(hsl,pj,lb);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl;
getch();
}
b. Fungsi mencari luas dan keliling persegi panjang (dalam satu fungsi).
Input : p, l  int
Output: ls,kl  int
Karena outputnya ada 2 variabel maka hanya dapat dibuat fungsi tanpa return value,
tipenya void, sebagai berikut:
Contoh 4:
#include
#include
void luas(int &ls, int &kl, int p, int l)
{ ls = p*l;
kl = 2*(p+l); }
main(){
int pj,lb, hsl1,hsl2;
cout<>pj;
cout<>lb;
luas(hsl1,hsl2,pj,lb);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl1;
cout<<"\nKelilingnya = "<<hsl2;
getch();
}
c. Fungsi menampilkan tulisan dilayar.
Input : tdk ada
Output: tdk ada
Karena outputnya tdk ada maka hanya dapat dibuat fungsi tanpa return value, tipenya
void.
Misalnya fungsi tersebut dimasukkan ke dalam contoh program 4, maka menjadi
sebagai berikut:
53
Contoh 5:
#include
#include
void luas(int &ls, int &kl, int p, int l)
{ ls = p*l;
kl = 2*(p+l); }
void cetak()
{cout<<"MENCARI LUAS DAN KELILING PERSEGI PANJANG\n\n";}
main(){
cetak();
int pj,lb, hsl1,hsl2;
cout<>pj;
cout<>lb;
luas(hsl1,hsl2,pj,lb);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl1;
cout<<"\nKelilingnya = "<<hsl2;
getch();
}
Letak fungsi:
1. Dapat diletakkan sebelum main()
2. Dapat juga diletakkan setelah main(). Namun jika fungsi diletakkan setelah main,
sebelum main harus dituliskan prototype fungsinya.
Contoh 6:
#include
#include
void luas(int &ls, int &kl, int p, int l);
void cetak();
main(){
cetak();
int pj,lb, hsl1,hsl2;
cout<>pj;
cout<>lb;
luas(hsl1,hsl2,pj,lb);
cout<<"\nLuasnya = "<<hsl1;
cout<<"\nKelilingnya = "<<hsl2;
getch();
}
void luas(int &ls, int &kl, int p, int l)
{ ls = p*l;
kl = 2*(p+l); }
54
void cetak()
{cout<<"MENCARI LUAS DAN KELILING PERSEGI PANJANG\n\n";}
Variabel local dan global
Variabel global dapat diakses oleh semua fungsi dalam program. Variabel global sangat
berbahaya karena secara tidak sengaja dapat termodifikasi oleh instruksi-instruksi dalam
programnya sehingga pemakaian variabel global ini harus seminimal mungkin.
Deklarasinya adalah sebelum deklarasi fungsi.
Sedangkan variabel lokal hanya dapat diakses oleh fungsi dimana variabel lokal tersebut
didefinisikan sehingga scope dari variabel lokal tersebut teriindungi. Variabel lokal tidak
dapat diubah atau bahkan dihapus oleh fungsi-fungsi yang lain.
Deklarasinya adalah di dalam fungsi yang menggunakannya.
#include
#include
int a;  ini adalah variable global
main() {
int b;  ini adalah variable lokal
}
Contoh 7:
#include
#include
int i=5;
void fungsi()
{ i+=2;
cout<<"\nNilai i dari fungsi = "<<i;
}
main() {
i+=3;
cout<<"\nNilai i dari main = "<<i;
fungsi();
getch();
}
55
Pada contoh 7, i adalah variabel global, sehingga akan dikenali di semua bagian program.
Akibatnya jika ada pernyataan yang mengubah nilai i maka tentunya nilainya akan
menyesuaikan.
Variabel static dan dynamic
Istilah automatik dan statik menjelaskan apa yang terjadi pada suatu variabel lokal dalam
suatu fungsi sesaat setelah fungsi ini selesai dipanggil dan eksekusi program kembali ke
prosedur yang memanggil.
Default dari variabel lokal dalam suatu fungsi adalah automatik artinya variabel lokal
tersebut dihapus pada saat fungsi selesai dipanggil.
Untuk mendefinisikan suatu variabel automatik, tambahkan awalan auto pada deflnisi
variabel tersebut.
Karena default dari variabel lokal adalah automatik maka awalan auto ini optional, jadi
boleh dihilangkan
Kebalikan dari variabel automatik adalah variabel statik yaitu tidak dihapus pada saat
fungsi berakhir. Semua variabel global adalah statik.
Variabel lokal yang sifatnya automatic dapat diubah menjadi static. Untuk membuat suatu
variabel lokal statik, tambahkan awalan static pada definisi variabel lokal tersebut.
Variabel lokal statik tidak kehilangan nilainya pada saat fungsi berakhir dan tetap lokal
dalam fungsi tersebut. Jika fungsi yang mengandung variabel lokal statik ini dipanggil lagi
maka nilai variabel ini masih ada.
Untuk pemahaman konsep diatas, bandingkan output dari Contoh 8 dan Contoh 9 berikut
ini.
Contoh 8:
#include
#include
void fungsi()
{ int j=7;
j+=2;
cout<<"\nNilai j dari fungsi = "<<j;
}
main() {
fungsi();
fungsi();
getch();
}
56
Contoh 9:
#include
#include
void fungsi()
{ static int j=7;
j+=2;
cout<<"\nNilai j dari fungsi = "<<j;
}
main() {
fungsi();
fungsi();
getch();
}
57
MATERI VII
ARRAY
Kompetensi dasar:
Mampu menggunakan tipe array untuk pemecahan masalah.
Indikator kompetensi:
1. Memahami perlunya array
2. Mampu menentukan kapan harus menggunakan array.
3. Mampu mendeklarasikan array
4. Mampu membuat aplikasi lengkap yang mengandung array, dan menggunakan
fungsi yang menggunakan parameter array.
ARRAY
Digunakan untuk menyimpan sekelompok data yang tipenya sama.
Deklarasi Array 1 Dimensi
tipe nama_var[max_data];
Contoh:
int a[5];
float x[100];
char nama[25];
.
dst.
Cara mengakses data bertipe array
nama_variabel[alamat]
Misal : Array a
27 23 35 46 87  data yang tersimpan di array
0 1 2 3 4  alamat array (dimulai dari 0)
a[0] = 27
a[1] = 23
.
.
a[4] = 87
Menginputkan data ke array
Data dapat diinputkan untuk setiap emelen array. Tetapi jika jumlah elemen array banayk,
tentunya cara ini tidak efisien. Oleh karena itu dapat digunakan bantuan instruksi
perulangan untuk input datanya.
58
Contoh 1:
#include
#include
main() {
int a[5];
cout<>a[0];
cout<>a[1];
cout<>a[2];
cout<>a[3];
cout<>a[4];
int jumlah;
jumlah=a[0]+a[1]+a[2]+a[3]+a[4];
cout<<"\n\nJumlahnya = "<<jumlah;
getch();
}
Contoh 2:
#include
#include
main() {
int a[5];
int jumlah=0;
for(int i=0;i<5;i++)
{ cout<<"Data ke "<<i<>a[i];
jumlah+=a[i];
}
cout<<"\n\nJumlahnya = "<<jumlah;
getch();
}
Tipe array juga dapat digabungkan dengan pointer. Untuk itu kita akan melakukan
perubahan pada contoh 3 menjadi sebagai berikut:
Contoh 3:
#include
#include
main() {
int *a=new int[5];
int jumlah=0;
for(int i=0;i<5;i++)
{ cout<<"Data ke "<<i<>a[i];
jumlah+=a[i];
}
cout<<"\n\nJumlahnya = "<<jumlah;
getch();
}
59
Perhatikan contoh 3 diatas pada pengaksesan datanya. Jika array dideklarasikan sebagai
pointer, maka untuk pengaksesan datanya cukup dituliskan sebagai array. Tetapi kita tetap
bisa menuliskannya sebagai pointer tanpa harus menyertakan alamat arraynya. Jika
demikian maka data akan diambilkan dari data pertama, atau data pada alamat ke 0.
Sehingga misalkan pada akhir program contoh 3 diatas kita tambahkan instruksi :
cout<<"\nData = "<<*a;
atau instuksi :
cout<<"\nData = "<<a[0];
akan mempunyai arti yang sama, data akan diambil dari data pertama (alamat 0).
Selain itu untuk input data dan proses penjumlahan, dapat juga dibuat dalam bentuk fungsi
seperti pada contoh 4. Perhatikan pada saat tipe array menjadi parameter fungsi, jumlah
data yang tersimpan dalam array boleh ditulis boleh tidak (optional). Sehingga bisa ditulis
dengan : b[] saja
Contoh 4 :
#include
#include
void input_array(int b[],int n)
{ for(int i=0;i<n;i++)
{ cout<<"Data ke "<<i<>b[i]; }
}
int jumlah(int b[],int n)
{ int hasil=0;
for(int i=0;i<n;i++)
hasil+=b[i];
return hasil;
}
main() {
int a[100];
int bd;
cout<>bd;
input_array(a,bd);
cout<<"\n\nJumlahnya = "<<jumlah(a,bd);
getch();
}
60
Penggunaan array 1D untuk sorting data
Pada proses berikut ingin akan diurutkan n data yang tersimpan di array dengan metode
Bubble Sort.
Contoh 5:
#include
#include
void masukan(int a[],int n)
{
for(int i=0;i<n;i++)
{ cout<<"Data ke "<<i<>a[i];
}
}
void urutkan(int a[], int n)
{ int temp;
for(int i=0;i<n;i++)
for(int j=0;ja[j+1])
{
temp=a[j];
a[j]=a[j+1];
a[j+1]=temp;
}
}
void tampil(int a[], int n)
{
for(int i=0;i<n;i++)
cout<<a[i]<<" ";
}
main() {
int a[100];
int jml;
cout<>jml;
masukan(a,jml);
urutkan(a,jml);
cout<<"\n\nSetelah diurutkan ";
tampil(a,jml);
getch();
}
61
Pada contoh program diatas ada tiga fungsi, fungsi pertama digunakan untuk
menginputkan data ke dalam array, fungsi kedua untuk mengurutkan arraynya, dan fungsi
ketiga untuk menampilkan data yang tersimpan di array ke layar.
Array 2 Dimensi
Contoh deklarasi :
int a[4][5];
0 1 2 3
0 25 40 26 12
1 6 8 12 5
2 1 3 8 9
3 15 22 13 19
4 0 5 7 15
Mengakses data :
a[0][0] = 25
a[0][1] = 40
.
.
dst
Penggunaan array 2D untuk menjumlahkan dua matrik
Matrik asal adalah a dan b, dijumlahkan dan hasilnya disimpan di matrik c. Syarat agar
matrik dapat dijumlahkan adalah keduanya mempunyai ukuran yang sama.
Baris matrik 1 = Baris matrik 2
Kolom matrik 1 = Kolom matrik 2
Contoh 6:
#include
#include
void masukan(int a[10][10],int b,int k)
{ for(int i=0;i<b;i++)
for(int j=0;j<k;j++)
{cout<<"Data ke "<<i<<j<>a[i][j]; }
}
void jumlah(int a1[][10],int a2[][10],int a3[][10],int b1,int k1)
{ for(int i=0;i<b1;i++)
for(int j=0;j<k1;j++)
a3[i][j]=a1[i][j]+a2[i][j];
}
void tampilkan(int a[10][10],int b,int k)
62
{ for(int i=0;i<b;i++)
{ for(int j=0;j<k;j++)
cout<<a[i][j]<<" ";
cout<<"\n";
}
}
main() {
int dt1[10][10],dt2[10][10],dt3[10][10];
int b1,k1;
cout<>b1;
cout<>k1;
cout<<"\nMatrik pertama\n";
masukan(dt1,b1,k1);
cout<<"\nMatrik kedua\n";
masukan(dt2,b1,k1);
jumlah(dt1,dt2,dt3,b1,k1);
clrscr();
cout<<"\nMatrik pertama\n";
tampilkan(dt1,b1,k1);
cout<<"\nMatrik kedua\n";
tampilkan(dt2,b1,k1);
cout<<"\nMatrik hasil penjumlahan\n";
tampilkan(dt3,b1,k1);
getch();
}
Perhatikan pada saat array 2D menjadi parameter fungsi, jumlah baris boleh ditulis boleh
tidak, tetapi jumlah kolom harus ditulis.
Tipe array dapat dikembangkan menjadi array multidimensi. Misal 3D, 4D, dan
sebagainya.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

TEORI ORGANISASI

TEORI ORGANISASI

Manusia adalah mahluk social yang cinderung untuk hidup bermasyarakat serta mengatur dan mengorganisasi kegiatannya dalam mencapai sautu tujuan tetapi karena keterbatasan kemampuan menyebabkan mereka tidak mampu mewujudkan tujuan tanpa adanya kerjasama. Hal tersebut yang mendasari manusia untuk hidup dalam berorganisasi.

Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang prinsip, dan sebagai bahan perbandingan akan disampaikan beberapa pendapat sebagai berikut :
a. Chester I. Barnard (1938) dalam bukunya “The Executive Functions” mengemukakan bahwa : “ Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih” (I define organization as a system of cooperatives of two more persons)
b. James D. Mooney mengatakan bahwa : “Organization is the form of every human association for the attainment of common purpose” (Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk mencapai tujuan bersama)
c. Menurut Dimock, organisasi adalah : “Organization is the systematic bringing together of interdependent part to form a unified whole through which authority, coordination and control may be exercised to achive a given purpose” (organisasi adalah perpaduan secara sistematis daripada bagian-bagian yang saling ketergantungan/berkaitan untuk membentuk suatu kesatuan yang bulat melalui kewenangan, koordinasi dan pengawasan dalam usaha mencapai tujuan yang telah ditentukan).

Dari beberapa pengertian organisasi di atas, dapat disimpulkan bahwa setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu :
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,
Dengan demikian organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang-orang dalam rangka mencapai tujuan bersama, dengan mendayagunakan sumber daya yang dimiliki.

Ciri-Ciri Organisasi

Seperti telah diuraikan di atas bahwa organisasi memiliki tiga unsur dasar, dan secara lebih rinci organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Lembaga social yang terdiri atas kumpulan orang dengan berbagai pola interaksi yang ditetapkan, Adanya suatu kelompok orang yang dapat dikenal dan saling mengenal,
b. Dikembangkan untuk mencapai tujuan, Adanya kegiatan yang berbeda-beda, tetapi satu sama lain saling berkaitan (interdependent part) yang merupakan kesatuan kegiatan,
c. Tiap-tiap orang memberikan sumbangan atau kontribusinya berupa; pemikiran, tenaga, dan lain-lain,
d. Adanya kewenangan, koordinasi dan pengawasan,
e. Adanya tujuan yang ingin dicapai.
f. Secara sadar dikoordinasi dan dengan sengaja disusun

Prinsip-Prinsip Organisasi

Prinsip-prinsip organisasi banyak dikemukan oleh para ahli, salah satunya A.M. Williams yang mengemukakan pendapatnya cukup lengkap dalam bukunya “Organization of Canadian Government Administration” (1965), bahwa prinsip-prinsip organisasi meliputi :
1) Prinsip bahwa Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas,
2) Prinsip Skala Hirarkhi,
3) Prinsip Kesatuan Perintah,
4) Prinsip Pendelegasian Wewenang,
5) Prinsip Pertanggungjawaban,
6) Prinsip Pembagian Pekerjaan,
7) Prinsip Rentang Pengendalian,
8) Prinsip Fungsional,
9) Prinsip Pemisahan,
10) Prinsip Keseimbangan,
11) Prinsip Fleksibilitas,
12) Prinsip Kepemimpinan.

1) Organisasi Harus Mempunyai Tujuan yang Jelas.
Organisasi dibentuk atas dasar adanya tujuan yang ingin dicapai, dengan demikian tidak mungkin suatu organisasi tanpa adanya tujuan. Misalnya, organisasi pelayanan kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas sebagai suatu organisasi, mempunyai tujuan yang ingin dicapai antara lain, memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan lain lain.
2) Prinsip Skala Hirarkhi.
Dalam suatu organisasi harus ada garis kewenangan yang jelas dari pimpinan, pembantu pimpinan sampai pelaksana, sehingga dapat mempertegas dalam pendelegasian wewenang dan pertanggungjawaban, dan akan menunjang efektivitas jalannya organisasi secara keseluruhan.
3) Prinsip Kesatuan Perintah.
Dalam hal ini, seseorang hanya menerima perintah atau bertanggung jawab kepada seorang atasan saja.
4) Prinsip Pendelegasian Wewenang.
Seorang pemimpin mempunyai kemampuan terbatas dalam menjalankan pekerjaannya, sehingga perlu dilakukan pendelegasian wewenang kepada bawahannya. Pejabat yang diberi wewenang harus dapat menjamin tercapainya hasil yang diharapkan. Dalam pendelegasian, wewenang yang dilimpahkan meliputi kewenangan dalam pengambilan keputusan, melakukan hubungan dengan orang lain, dan mengadakan tindakan tanpa minta persetujuan lebih dahulu kepada atasannya lagi.
5) Prinsip Pertanggungjawaban.
Dalam menjalankan tugasnya setiap pegawai harus bertanggung jawab sepenuhnya kepada atasan.
6) Prinsip Pembagian Pekerjaan.
Suatu organisasi, untuk mencapai tujuannya, melakukan berbagai aktivitas atau kegiatan. Agar kegiatan tersebut dapat berjalan optimal maka dilakukan pembagian tugas/pekerjaan yang didasarkan kepada kemampuan dan keahlian dari masing-masing pegawai. Adanya kejelasan dalam pembagian tugas, akan memperjelas dalam pendelegasian wewenang, pertanggungjawaban, serta menunjang efektivitas jalannya organisasi.

7) Prinsip Rentang Pengendalian.
Artinya bahwa jumlah bawahan atau staf yang harus dikendalikan oleh seorang atasan perlu dibatasi secara rasional. Rentang kendali ini sesuai dengan bentuk dan tipe organisasi, semakin besar suatu organisasi dengan jumlah pegawai yang cukup banyak, semakin kompleks rentang pengendaliannya.
8) Prinsip Fungsional.
Bahwa seorang pegawai dalam suatu organisasi secara fungsional harus jelas tugas dan wewenangnya, kegiatannya, hubungan kerja, serta tanggung jawab dari pekerjaannya.
9) Prinsip Pemisahan.
Bahwa beban tugas pekerjaan seseorang tidak dapat dibebankan tanggung jawabnya kepada orang lain.
10) Prinsip Keseimbangan.
Keseimbangan antara struktur organisasi yang efektif dengan tujuan organisasi. Dalam hal ini, penyusunan struktur organisasi harus sesuai dengan tujuan dari organisasi tersebut. Tujuan organisasi tersebut akan diwujudkan melalui aktivitas/ kegiatan yang akan dilakukan. Organisasi yang aktivitasnya sederhana (tidak kompleks) contoh ‘koperasi di suatu desa terpencil’, struktur organisasinya akan berbeda dengan organisasi koperasi yang ada di kota besar seperti di Jakarta, Bandung, atau Surabaya.
11) Prinsip Fleksibilitas
Organisasi harus senantiasa melakukan pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan dinamika organisasi sendiri (internal factor) dan juga karena adanya pengaruh di luar organisasi (external factor), sehingga organisasi mampu menjalankan fungsi dalam mencapai tujuannya.
12) Prinsip Kepemimpinan.
Dalam organisasi apapun bentuknya diperlukan adanya kepemimpinan, atau dengan kata lain organisasi mampu menjalankan aktivitasnya karena adanya proses kepemimpinan yang digerakan oleh pemimpin organisasi tersebut.


Jenis-Jenis Organisasi

Pengelompokan jenis organisasi dapat dilakukan dengan menggunakan kriteria sebagai berikut :
1. Berdasarkan jumlah orang yang memegang pucuk pimpinan.
(1) bentuk tunggal, yaitu pucuk pimpinan berada ditangan satu orang, semua kekuasaan dan tugas pekerjaan bersumber kepada satu orang. (2) bentuk komisi, pimpinan organisasi merupakan suatu dewan yang terdiri dari beberapa orang, semua kekuasaan dan tanggung jawab dipikul oleh dewan sebagai suatu kesatuan.
2. Berdasarkan lalu lintas kekuasaan.
Bentuk organisasi ini meliputi; (1) organisasi lini atau bentuk lurus, kekuasaan mengalir dari pucuk pimpinan organisasi langsung lurus kepada para pejabat yang memimpin unit-unit dalam organisasi, (2) bentuk lini dan staff, dalam organisasi ini pucuk pimpinan dibantu oleh staf pimpinan ahli dengan tugas sebagai pembantu pucuk pimpinan dalam menjalankan roda organisasi, (3) bentuk fungsional, bentuk organisasi dalam kegiatannya dibagi dalam fungsi-fungsi yang dipimpin oleh seorang ahli dibidangnya, dengan hubungan kerja lebih bersifat horizontal.
3. Berdasarkan sifat hubungan personal, yaitu ;
(1) organisasi formal, adalah organisasi yang diatur secara resmi, seperti : organisasi pemerintahan, organisasi yang berbadan hukum (2) organisasi informal, adalah organisasi yang terbentuk karena hubungan bersifat pribadi, antara lain kesamaan minat atau hobby, dll.
4. Berdasarkan tujuan.
Organisasi ini dapat dibedakan, yaitu : (1) organisasi yang tujuannya mencari keuntungan atau ‘profit oriented’ dan (2) organisasi sosial atau ‘non profit oriented ‘
5. Berdasarkan kehidupan dalam masyarakat, yaitu ;
(1) organisasi pendidikan, (2) organisasi kesehatan, (3) organisasi pertanian, dan lain lain.
6. Berdasarkan fungsi dan tujuan yang dilayani, yaitu :
(1) Organisasi produksi, misalnya organisasi produk makanan, (2) Organisasi berorientasi pada politik, misalnya partai politik (3) Organisasi yang bersifat integratif, misalnya serikat pekerja (4) Organisasi pemelihara, misalnya organisasi peduli lingkungan, dan lain lain.
7. Berdasarkan pihak yang memakai manfaat.
Organisasi ini meliputi; (1) Mutual benefit organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh anggotanya, seperti koperasi, (2) Service organization, yaitu organisasi yang kemanfaatannya dinikmati oleh pelanggan, misalnya bank, (3) Business Organization, organisasi yang bergerak dalam dunia usaha, seperti perusahaan-perusahaan, (4) Commonwealth organization, adalah organisasi yang kemanfaatannya terutama dinikmati oleh masyarakat umum, seperti organisasi pelayanan kesehatan, contohnya rumah sakit, Puskesmas, dll

Definisi Organisasi

Menurut ERNEST DALE:
Organisasi adalah suatu proses perencanaan yang meliputi penyusunan, pengembangan, dan pemeliharaan suatu struktur atau pola hubunngan kerja dari orang-orang dalam suatu kerja kelompok.

Menurut CYRIL SOFFER:
Organisasi adalah perserikatan orang-orang yang masing-masing diberi peran tertentu dalam suatu system kerja dan pembagian dalam mana pekerjaan itu diperinci menjadi tugas-tugas, dibagikan kemudian digabung lagi dalam beberapa bentuk hasil.

Menurut KAST & ROSENZWEIG:
Organisasi adalah sub system teknik, sub system structural, sub system pshikososial dan sub system manajerial dari lingkungan yang lebih luas dimana ada kumpulan orang-orang berorenteasi pada tujuan.

Definisi UMUM:
“Kelompok orang yang secara bersama-sama ingin mencapai tujuan”

Dubawah ini merupakan bagan tentang perkembangan teori organisasi:

Perkembangan Teori Organisasi

1. TEORI ORGANISASI KLASIK
Teori ini biasa disebut dengan “teori tradisional” atau disebut juga “teori mesin”. Berkembang mulai 1800-an (abad 19). Dalam teori ini organisasi digambarkan sebuah lembaga yang tersentralisasi dan tugas-tugasnnya terspesialisasi serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreatifitas.

Dalam teori ini organisasi digambarkan seperti toet piano dimana masing-masing nada mempunyai spesialisasi (do.. re.. mi.. fa.. so.. la.. si..) dimana apabila tiap nada dirangkai maka akan tercipta lagu yang indah begitu juga dengan organisasi.

Dikatakan teori mesin karena organisasi ini menganggab manusia bagaikan sebuah onderdil yang setiap saat bisa dipasang dan digonta-ganti sesuai kehendak pemimpin.
Defisi Organisasi menurut Teori Klasik:

Organisasi merupakan struktur hubungan, kekuasaan-kejuasaan, tujuan-tujuan, peranan-peranan, kegiatan-kegiatan, komunikasi dan factor-faktor lain apabila orang bekerja sama.

Teori Organisasi klasik sepenuhnya menguraikan anatomi organisasi formal. Empat unsure pokok yang selalu muncul dalam organisasi formal:
a. Sistem kegiatan yang terkoordinasi
b. Kelompok orang
c. Kerjasama
d. Kekuasaan & Kepemimpinan
Sedangkan menurut penganut teori klasik suatu organisasi tergantung pada empat kondisi pokok: Kekuasaan) Saling melayani) Doktrin) Disiplin)
Sedangkan yang dijadikan tiang dasar penting dalam organisasi formal adalah:
a. Pembagian kerja (untuk koordinasi)
b. Proses Skalar & Fungsional (proses pertumbuhan vertical dan horizontal)
c. Struktur (hubungan antar kegiatan)
d. Rentang kendali (berapa banyak atasan bisa mengendalikan bawahan).

Teori Klasik berkembang dalam 3 Aliran:
1 BIROKRASI) Dikembangkan dari Ilmu Sosiologi
2 ADMINISTRASI) Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Makro sebuah organisasi.
3 MANAJEMEN ILMIAH) Langsung dari praktek manajemen memusatkan Aspek Mikro sebuah organisasi.
Semua teori diatas dikembangkan sekitar tahun 1900-1950. Pelopor teori ini kebanyakan dari sebuah negara berbentuk kerajaan “Mesir, Cina & Romawi”.

TEORI BIROKRASI
Dikemukakan oleh “MAX WEBER” dalam buku “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism” dan “The Theory of Social and Economic Organization”.
Istilah BIROKRASI berasal dari kata LEGAL_RASIONAL:
“Legal” disebakan adanya wewenang dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas. Sedangkan “Rasional” karena adanya penetapan tujuan yang ingin dicapai.
Karekteristik-karekteristik birokrasi menurut Max Weber:
1 Pembagian kerja
2 Hirarki wewenang
3 Program rasional
4 Sistem Prosedur
5 Sistem Aturan hak kewajiban
6 Hubungan antar pribadi yang bersifat impersonal

TEORI ADMINISTRASI
Teori ini dikembangkan oleh Henry Fayol, Lyndall Urwick dari Eropa dan James D. Mooney, Allen Reily dari Amerika.

HENRY FAYOL (1841-1925): Seorang industrialis asal Perancis tahun 1916 menulis sebuah buku “Admistration industrtrielle et Generale” diterjemahkan dalam bahasa inggris 1926 dan baru dipublikasikan di amerika 1940.
14 Kaidah manjemen menurut Fayol yang menjadi dasar teori administrasi:
14 Pembagian kerja
15 Wewenang & tanggung jawab
16 Disiplin
17 Kesatuan perintah
18 Kesatuan pengarahan
19 Mendahulukan kepentingan umum
20 Balas jasa
21 Sentralisasi
22 Rantai Skalar
23 Aturan
24 Keadilan
25 Kelanggengan personalia
26 Inisiatif
27 Semangat korps

Fayol membagi kegiatan industri menjadi 6 kelompok:
4 Kegiatan Teknikal (Produksi, Manufaktur, Adaptasi)
5 Kegiatan Komersil (Pembelian, Penjualan, Pertukaran)
6 Kegiatan Financial (penggunaan optimum modal)
7 Kegiatan Keamanan
8 Kegiatan Akuntansi
9 Kegiatan Manajerial atau “FAYOL’s FUNCTIONALISM” yaitu:
a. Perencanaan
b. Pengorganisasian
c. Pemberian perintah
d. Pengkoordinasian
e. Pengawasan

JAMES D. MOONEY & ALLEN REILLY :1931) Menerbitkan sebuah buku “ONWARD INDUSTRY” inti dari pendapat mereka adalah “koordinasi merupakan factor terpenting dalam perencanaan organisasi”. Tiga prinsip yang harus diterapkan dalam sebuah organisasi menurut mereka adalah:
a. Prinsip Koordinasi
b. Prinsip Skalar & Hirarkis
c. Prinsip Fungsional

MANAJEMEN ILMIAH
Dikembangkan tahun 1900 oleh FREDERICK WINSLOW TAYLOR). Definisi Manajemen Ilmiah:
“Penerapan metode ilmiah pada studi, analisa dan pemecahan masalah organisasi” atau “Seperangkat mekanisme untuk meningkatkan efesiensi kerja”.

F.W. TAYLOR menuangkan ide dalam tiga makalah: “Shop Management”, “The Principle Oif Scientific Management” dan “Testimony before the Special House Comitte”. Dari tiga makalah tersebut lahir sebuah buku “Scientific Management”.

Berkat jasa-jasa yang sampai sekarang konsepnya masih dipergunakan pada praktek manajemen modern maka F.W. TAYLOR dijuluki sebagai “BAPAK MANAJEMEN ILMIAH”.

Empat kaidah Manajemen menurut Frederick W. Taylor:
a. Menggantikan metode kerja dalam praktek dengan metode atas dasar ilmu pengetahuan.
b. Mengadakan seleksi, latihan dan pengembangan karyawan
c. Pengembangan ilmu tentang kerja, seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah perlu intregasikan.
d. Perlu dikembangkan semangat dan mental karyawan untuk mencapai manfaat manajemen ilmiah

2. TEORI NEOKLASIK
Aliran yang berikutnya muncul adalah aliran Neoklasik disebut juga dengan “Teori Hubungan manusiawi”. Teori ini muncul akibat ketidakpuasan dengan teori klasik dan teori merupakan penyempurnaan teori klasik. Teori ini menekankan pada “pentingnya aspek psikologis dan social karyawan sebagai individu ataupun kelompok kerja”.

HUGO MUNSTERBERG
Salah tokoh neoklasik pencetus “Psikologi Industri”. Hugo menulis sebuah buku “Psychology and Industrial Effeciency” tahun 1913. Buku tersebut merupakan jembatan antara manajemen ilmiah dan neoklasik. Inti dari pandangan Hugo adalah menekankan adanya perbedaan karekteristik individu dalam organisasi dan mengingatkan adannya pengaruh factor social dan budaya terhadap organisasi.

Munculnya teori neoklasik diawali dengan inspirasi percobaan yang dilakukan di Pabrik Howthorne tahun 1924 milik perusahaan Western Elektric di Cicero yang disponsori oleh Lembaga Riset Nasional Amerika. Percobaan yang dilakukan ELTON MAYO seorang riset dari Western Electric menyimpulkan bahwa pentingnya memperhatikan insentif upah dan Kondisi kerja karyawan dipandang sebagai factor penting peningkatan produktifitas.

Dalam pembagian kerja Neoklasik memandang perlunya:
a. Partisipasi
b. Perluasan kerja
c. Manajemen bottom_up


3. TEORI MODERN
Teori ini muncul pada tahun 1950 sebagai akibat ketidakpuasan dua teori sebelumnya yaitu klasik dan neoklasik. Teori Modern sering disebut dengan teori “Analiasa Sistem” atau “Teori Terbuka” yang memadukan antara teori klasik dan neokalsi. Teori Organisasi Modern melihat bahwa semua unsure organisasi sebagai satu kesatuan yang saling bergantung dan tidak bisa dipisahkan. Organisasi bukan system tertutup yang berkaitan dengan lingkungan yang stabil akan tetapi organisasi merupakan system terbuka yang berkaitan dengan lingkunngan dan apabila ingin survivel atau dapat bertahan hidup maka ia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan.

TEORI MODERN vs TEORI KLASIK
a. Teori Klasik memusatkan pandangan pada analisa dan deskripsi organisasi sedangkan Teori Modern menekankan pada perpaduan & perancangan sehingga terlihat lebih menyeluruh.
b. Teori Klasik membicarakan konsep koordinasi, scalar, dan vertical sedangkan Teori Modern lebih dinamis, sangat komplek, multilevel, multidimensi dan banyak variable yang dipertimbangkan.

REFERENSI

1. AM. Willms (1965), Organization of Canadian Government Administration, Ottawa
2. Poeng P. Poerwanto (2000), Reformation : The renewal of thinking pattern, Jakarta, ADB
3. Richard L. Daft (1986), Organizational Theory and Design, New York
4. Yayat Hayati Djatmiko (2002), Perilaku Organisasi, Alfabeta- Bandung
5. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=teori+organisasi.doc&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http://s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17350/MINGGU_3.doc&ei=9pFqT9TAG8XwrQem24izAg&usg=AFQjCNFB6vVNu_59A4DY3nbk1JZm_2DRcA diakses hari SABTU tanggal 24 Maret 2012 pukul 22.20 WIB
6. http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=teori+organisasi.doc&source=web&cd=1&ved=0CB8QFjAA&url=http://s_tiwi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17350/MINGGU_3.doc&ei=9pFqT9TAG8XwrQem24izAg&usg=AFQjCNFB6vVNu_59A4DY3nbk1JZm_2DRcA diakses hari SABTU tanggal 24 Maret 2012 pukul 23.10 WIB

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA

PANCASILA SEBAGAI
IDEOLOGI DAN DASAR NEGARA

1.1 LATAR BELAKANG
Setiap bangsa dan negara yang ingin berdiri kokoh kuat, tidak mudah terombang-ambing oleh kerasnya persoalan hidup berbangsa dan bernegara, sudah barang tentu perlu memiliki dasar negara dan ideologi negara yang kokoh dan kuat. Tanpa itu, maka bangsa dan negara akan rapuh.
Mempelajari Pancasila lebih dalam menjadikan kita sadar sebagai bangsa Indonesia yang memiliki jati diri dan harus diwujudkan dalam pergaulan hidup sehari-hari untuk menunjukkan identitas bangsa yang lebih bermartabat dan berbudaya tinggi.
sebagai dasar negara dan ideologi negara, menunjukkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, serta menampilkan sikap positif terhadap Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat. Pengetahuan yang diperoleh dapat dijadikan bekal keterampilan menganalisis dan bersikap kritis terhadap sikap para penyelenggara negara yang menyimpang dari cita-cita dan tujuan negara.1

1.2 RUMUSAN MASALAH
Masalah yang dibahas dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
1.1 Bagaimana sejarah Lahirnya Pancasila?
1.2 Apakah Pengertian ideologi?
1.3 Bagaimanakah Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa dan Negara Indonesia?
1.4 Bagaimana Implementasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat?

1 http://kanal3.wordpress.com/?s=pancasila, diakses hari rabu tanggal 21 Maret 2012 pukul 17.30 WIB 
1.3 PEMBAHASAN
A. SEJARAH LAHIRNYA PANCASILA
Sejarah pembuatan Pancasila ini berawal dari pemberian janji kemerdekaan di kemudian hari kepada bangsa Indonesia oleh Perdana Menteri Jepang saat itu, Kuniaki pada tanggal 7 September 1944. Lalu, pemerintah Jepang membentuk BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) pada tanggal 29 April 1945 (2605, tahun Showa 20) yang bertujuan untuk mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan tata pemerintahan Indonesia Merdeka.
BPUPKI semula beranggotakan 70 orang (62 orang Indonesia dan 8 orang anggota istimewa bangsa Jepang yang tidak berhak berbicara, hanya mengamati/ observer),kemudian ditambah dengan 6 orng Indonesia pada sidang kedua. Sidang pertama pada tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945 untuk merumuskan falsafah dasar negara bagi negara Indonesia. Selama empat hari bersidang ada tiga puluh tiga pembicara. Penelitian terakhir menunjukkan bahwa Soekarno adalah “Penggali/Perumus Pancasila”. Tokoh lain yang yang menyumbangkan pikirannya tentang Dasar Negara antara lain adalah Mohamad Hatta, Muhammad Yamin dan Soepomo.
“Klaim” Muhammad Yamin bahwa pada tanggal 29 Mei 1945 dia mengemukakan 5 asas bagi negara Indonesia Merdeka, yaitu kebangsaan, kemanusiaan, ketuhanan, kerakyatan, dan kesejahteraan rakyat. oleh “Panitia Lima” (Bung Hatta cs)diragukan kebenarannya. Arsip A.G Pringgodigdo dan Arsip A.K.Pringgodigdo yang telah ditemukan kembali menunjukkan bahwa Klaim Yamin tidak dapat diterima. Pada hari keempat, Soekarno mengusulkan 5 asas yaitu kebangsaan Indonesia, internasionalisme atau peri-kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, kesejahteraan sosial, dan ketuhanan yang Maha Esa, yang oleh Soekarno dinamakan Pancasila, Pidato Soekarno diterima dengan gegap gempita oleh peserta sidang. Oleh karena itu, tanggal 1 Juni 1945 diketahui sebagai hari lahirnya pancasila.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, setelah upacara proklamasi kemerdekaan, datang berberapa utusan dari wilayah Indonesia Bagian Timur. Berberapa utusan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Sam Ratulangi, wakil dari Sulawesi
2. Hamidhan, wakil dari Kalimantan
3. I Ketut Pudja, wakil dari Nusa Tenggara
4. Latuharhary, wakil dari Maluku.
Mereka semua berkeberatan dan mengemukakan pendapat tentang bagian kalimat dalam rancangan Pembukaan UUD yang juga merupakan sila pertama Pancasila sebelumnya, yang berbunyi, “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
Pada Sidang PPKI I, yaitu pada tanggal 18 Agustus 1945, Hatta lalu mengusulkan mengubah tujuh kata tersebut menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Pengubahan kalimat ini telah dikonsultasikan sebelumnya oleh Hatta dengan 4 orang tokoh Islam, yaitu Kasman Singodimejo, Ki Bagus Hadikusumo, dan Teuku M. Hasan. Mereka menyetujui perubahan kalimat tersebut demi persatuan dan kesatuan bangsa. Dan akhirnya bersamaan dengan penetapan rancangan pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 pada Sidang PPKI I tanggal 18 Agustus 1945 Pancasila ditetapkan sebagai dasar negara Indonesia.
Hari Kesaktian Pancasila
Pada tanggal 30 September 1965, adalah awal dari Gerakan 30 September (G30SPKI). Pemberontakan ini merupakan wujud usaha mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis. Hari itu, enam Jendral dan berberapa orang lainnya dibunuh sebagai upaya kudeta. Namun berkat kesadaran untuk mempertahankan Pancasila maka upaya tersebut mengalami kegagalan. Maka 30 September diperingati sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September dan tanggal 1 Oktober ditetapkan sebagai Hari Kesaktian Pancasila, memperingati bahwa dasar Indonesia, Pancasila, adalah sakti, tak tergantikan.

Makna Lambang Garuda Pancasila
Burung Garuda melambangkan kekuatan
Warna emas pada burung Garuda melambangkan kejayaan
Perisai di tengah melambangkan pertahanan bangsa Indonesia
Simbol-simbol di dalam perisai masing-masing melambangkan sila-sila dalam Pancasila, yaitu:
Bintang melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa
Rantai melambangkan sila Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab
Pohon beringin melambangkan sila Persatuan Indonesia
Kepala banteng melambangkan sila Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan
Padi dan Kapas melambangkan sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia. Merah berarti berani dan putih berarti suci
Garis hitam tebal yang melintang di dalam perisai melambangkan wilayah Indonesia yang dilintasi Garis khatulistiwa
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
Jumlah bulu di leher berjumlah 45
Pita yg dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang berarti “berbeda beda, tetapi tetap satu jua”.

Asal Istilah Pancasila dan Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”
Semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang ada pada pita yang dicengkram oleh burung garuda, berasal dari Kitab Negarakertagama yang dikarang oleh Empu Prapanca pada zaman kekuasaan kerajaan Majapahit. Pada satu kalimat yang termuat mengandung istilah “Bhinneka Tunggal Ika”, yang kalimatnya seperti begini: “Bhinneka tunggal Ika, tanhana dharma mangrwa. ” Sedangkan istilah Pancasila dimuat dalam Kitab Sutasoma yang ditulis oleh Empu Tantular yang berisikan sejarah kerajaan bersaudara singhasari dan Majapahit. Istilah Pancasila ini muncul sebagai Pancasila Karma, yang isinya berupa lima larangan sebagai berikut:
1. Melakukan tindak kekerasan
2. Mencuri
3. Berjiwa dengki
4. Berbohong
5. Mabuk (oleh miras)

Peraturan Tentang Lambang Negara
Lambang negara Garuda diatur penggunaannya dalam Pp No. 43/1958

Lagu: Garuda Pancasila
Garuda pancasila
Akulah pendukungmu
Patriot proklamasi
Sedia berkorban untukmu
Pancasila dasar negara
Rakyat adil makmur sentosa
Pribadi bangsaku
Ayo maju maju
Ayo maju maju
Ayo maju maju. 2

2 http://chaplien.files.wordpress.com diakses hari SABTU tanggal 24 Maret 2012
pukul 22.10 WIB  
 Asal Mula Langsung
Asal mula yang langsung terjadinya Pancasila sebagai dasar filsafat negara, yaitu asal mula yang sesudah dan menjelang Proklamasi kemerdekaan. Rincian asal mula langsung Pancasila menurut notonagoro, yaitu :
a. Asal Mula Bahan (Kausa Materialis)
Nilai-nilai yang merupakan unsur-unsur Pancasila digali dari Bangsa Indonesia yang berupa adat-istiadat, religius. Dengan demikian pada bangsa Indonesia sendiri yang terdapat dalam kepribadiandan pandangan hidup.
b. Asal Mula Bentuk (Kausa Formalis)
Bentuk Pancasila dirumuskan dalam Pembukaan UUD 1945. Asal mulanya adalah Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta serta anggota BPUPKI.
c. Asal Mula Karya (Kausa Efisien)
Asal mula dengan menjadikan Pancasila dari calon dasar negara menjadi dasar negara yang sah.
d. Asal Mula Tujuan (Kausa Finalis)
Tujuannya : untuk dijadikan sebagai dasar negara. Para anggota BPUPKI dan Soekarno – Hatta yang menentukan tujuan dirumuskannya Pancasila sebelum ditetapkan oleh PPKI.

 Asal Mula Tidak Langsung
Adalah asal mula yang terdapat pada kepribadian serta dalam pandangan sehari-hari bangsa Indonesia perincian asal mula tidak langsung :
a. Unsur-unsur Pancasila tersebut sebelum secara langsung dirumuskan menjadi dasar filsafat negara. Nilai-nilainya yaitu Ketuhanan, Kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan keadilan.
b. Nilai-nilai tersebut terkandung dalam pandangan hidup masyarakat Indonesia sebelum membentuk negara. Nilai-nilainya yaitu adat istiadat, kebudayaan dan religius. Nilai-nilai tersebut menjadi pedoman memecahkan problema.
c. Asal mula tidak langsung Pancasila pada hakikatnya bangsa Indonesia sendiri (Kausa Materealis).


Filsafat pancasila
1. Pengertian Filsafat
Bangsa Indonesia mengenal kata filsafat dari bahasa Arab falsafah. Secara Etimologis kata filsafat berasal dari bahasa yunani Philosophia dan philoso-Phos. Philos/Philein (shabat/cinta) dan Sophia/sophos (pengetahuan yang bijaksana / hikmah-kebijaksanaan.) Bertens, 2006. Menurut Burhanudin Salam (1983), filsafat adalah sistem kebenaran tentang segala sesuatu yang dipersoalkan sebagai hasil dari pada berfikir secara radikal, sistematis, dan universal.

2. Landasan Filsafat Pancasila
Kekokohan suatu bangsa tergantung dari keyakinan bangsa tersebut terhadap nilai-nilai luhur bangsanya. Bagi bangsa Indonesia nilai-nilai luhur tersebut terkristalisasi dan terakumulasi dalam filsafat Pancasila yang merupakan karya Bapak Bangsa (Founding Fathers) yang tak ternilai. Filsafat Pancasila merupakan renungan jiwa yang dalam, berlandaskan pada ilmu pengetahuan dan pengalaman yang luas yang harmonis sebagai satu kesatuan yang bulat dan utuh.

1) Landasan Etimologis
Secara etimologis Pancasila berasal dari bahasa Sansakerta yang ditulis dalam huruf Dewa Nagari . Makna dari Pancasila ada 2(dua). Pertama panca artinya lima dan Syila (huruf I pendek) artinya baru sendi, Jadi Pancasyila berarti berbatu sendi yang bersendi lima. Kedua Panca artinya lima Syiila (huruf I panjang) artinya perbuatan yang senonoh/ normatif Pancasyiila berarti lima perbuatan yang senonoh/normatif, perilaku yang sesuai dengan norma kesusilaan. (Saidus S. 1975)

2) Landasan historis
Secara historis Pancasila dikenal secara tertulis oleh bangsa Indonesia sejak abad ke XIV pada zaman Majapahit yang tertulis pada 2 (dua) buku yaitu Sutasoma dan Nagara Kertagama. Buku Sutasoma yang ditulis oleh Mpu Tantular tercantum dalam Panca Syiila Krama yang merupakan 5 (lima) pedoman yaitu :
– Tidak boleh melakukan kekerasan
– Tidak boleh mencuri
– Tidak boleh dengki
– Tidak boleh berbohong
– Tidak bolehmabuk
Buku Negara Kertagama ditulis oleh Mpu Prapanca tercantum pada sarga 53 bait 2 (dua) sebagai berikut : Yatnag gegwani Pancasyiila kertasangkara bhiseka karma. Selama berabad-abad bangsa Indonesia tidak mendengar lagi kata Pancasila, baru pada tanggal 1 Juni 1945 pada rapat Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) I, yang berlangsung mulai 29 Mei – 1 Juni 1945 kata Pancasila digemakan kembali oleh Bung Krno untuk memenuhi permintaan ketua BPUPKI dr. Rajiman Wedyodiningrat dasar Negara Indonesia merdeka. Pancasila yang disampaikan Bung Karno sebagai Berikut:
– Kebangsaan Indonesia atau nasionalisme,
– Internasionalisme atau Perikemanusiaan,
– Mufakat atau Demokrasi,
– Kesejahteraan Sosial, dan
– Ketuhanan yang Berkebudayaan.
Pancasila menurut Bung Karno dapat diperas menjadi TRISILA, yaitu: Sila Pertama dan kedua menjadi Sosio Nasionalisme. Sila ke tiga dan keempat menjadi Sosio Demokrasi dan Ketuhanan. Trisila masih bisa diperas menjadi EKASILA yaitu GOTONG ROYONG (Wedyodiningrat, 1947)
Pancasila rumusan Bung Karnodikaji anggota panitia lainnya dan dirumuskan kembali pada tanggal 22 Juni 1945 yang dikenal sebagai PIAGAM JAKARTA, oleh Muhammad Yamin disebut JAKARTA CHARTER.
Sila-sila Pancasila dalam Piagam Jakarta:
1. Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syare’at Islam bagi pemeluk-pemeluknya.
Menurut dasar
2. Perikemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Piagam Jakarta ini dirumuskan dan ditanda tangani oleh 9 orang yaitu :
1. Ir. Soekarno (Bung Karno)
2. Drs. Mohamad Hatta (Bung Hatta)
3. Mr. A.A Maramis
4. Abikoesno tjokrosoejoso
5. Abdoel Kahar Moezakir
6. H. Agoes Salim
7. Mr. Achmad Soebarjo
8. Wachid Hasyim
9. Mr. Mohamad Yamin. (Ismaun, 1978; Kansil, 1968)

Pada waktu diundangkan UUD’45 tanggal 18 Agustus 1945 rumusan Pancasila Berbeda dengan yang tercantum pada Piagam Jakarta. Rumusan tersebut menjadi berikut:
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Perumus Pancasila sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD’45 menurut Prof. Dr. Sri Soemantri S.H. LLM. Dalam ceramahnya pada Pelatihan Nasional Dosen Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Pendidikan Pancasila di Yogyakarta (2002) adalah :
1. Drs. Mohammad Hatta
2. Abikoesno Tjokrosoejoso
3. Kasman Singomedjo
4. Wahid Hasjim
5. Mr. Mochamad Hasan

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, pada bulan Desember 1949 NKRI menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS), sebagai hasil dari persetujuan pemerintah Republik Indonesia dengan Kerajaan Belanda yang dikenal dengan Konperensi Meja Bundar (KMB), RIS terdiri atas 16 negara bagian. Usia RIS berakhir pada bulan Mei 1950 NKRI terbentuk kembali.

Mulai tahun 1950 sampai tahun 1959 Indonesia menggunakan Undang-Undang dasar Sementara Th. 1950 (UUDS ’50) dimana sifat pemerintahannya Parlementer dan menganut demokrasi Liberal.
Perubahan pemerintahan maupun bentuk Negara. Sifat Konsistensi mempertahankan Pancasila sebagai Dasar Negara. Sifat kesadaran dari bangsa Indonesia akan pentingya Pancasila sebagai norma dasar/fundamental norm/grund norm bagi kokohnya NKRI.

3) Landasan Yuridis
Secara yudridis butir-butir Pancasila tercantum pada pembukaan UUD’45 alinea ke IV, yang diejawantahkan dalam pasal-pasal UUD’45. Dalam TAP MPR RI No. XVIII/MPR/’98 dikukuhkan Pancasila sebagai dasar Negara harus konsisten dalam kehidupan bernegara. Dalam TAP MPR RI No. IV/MPR/’99 diamanatkan agar visi bangsa Indonesia tetap berlandaskan pada Pancasila.

4) Landasan Kultural
Pancasila yang bersumber dari nilai agama dan nilai budaya bangsa Indonesia tercermin dari keyakinan akan Kemahakuasaan Tuhan YME dan kehidupan budaya berbagai suku bangsa Indonesia yang saat kini masih terpelihara, seperti : Tiap upacara selalu memohon perlindungan Tuhan YME, gotong royong , asas Musyawarah mufakat. Pada masyarakat Padang dalam perilaku kehidupan bermasyarakat erat terkait dengan nilai agama yang tercermin pada konsep: “ Adat basandi syara dan syara basandi kitabbullah.” Yang berarti hokum adat bersendikan syara dan syara bersendikan Al-Quran.
Pada masyarakat Sunda kegiatan kehidupan sudah seyogyanya berpedoman pada tiga aspek yang tidak terpisahkan yaitu:
Elmu tungtut, dunya siar, ibadah tetep lakonan (carilah ilmu, carilah rizki/ harta dan tetaplah beribadah pada Tuhan YME). Dalam azas musyawarah mufakat/ demokrasi terungkap pada nilai tetap dikemukan dengan cara yang santun tanpa orang kehilangan kehormatan dirinya (Win-win solution). Hal ini tercermin dari prinsip sebagai berikut.
Hade ku omong goring ku omong (baik atau buruk katakanlah). Namun harus Caina herang laukna beunang (airnya bersih ikannya tertangkap/win-win solution) 3

3 http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/464/jbptunikompp-gdl-dewitriwah-23165-3-(pertemu-l.pdf 
B. PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI BANGSA DAN NEGARA

1. Pengertian Ideologi
Ideologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Edios yang berarti cita-cita dan Logos yang berarti pengatahuan atau ilmu dan paham. Dalam pengertian sempit atau sederhana, ideologi diartikan sebagai gagasan yang menyeluruh tentang makna hidup dan nilai-nilai yang mau menentukan dengan mutlak bagaimana manusia harus hidup dan bertindak. Sedangkan ideologi dalam arti luas digunakan untuk segala cita-cita, nilai-nilai dasar, dan keyakinan-keyakinan yang mau dijunjung tinggi sebagai pedoman yang normatif.
Ideologi menurut W. White adalah:
“soal cita-cita politik atau doktrin atau ajaran suatu lapisan masyarakat atau sekelompok manusia yang dapat dibeda-bedakan”.

diakses hari SABTU tanggal 24 Maret 2012 pukul 17.10 WIB
Sedangan Harold H. Titus mendefinisikan ideologi adalah:
“Suatu istilah yang digunakan untuk sekelompok cita-cita mengenai berbagai macam masukan politik dan ekonomi filsafat social yang sering dilaksanakan bagi suatu rencana yang sistematis tentang cita-cita yang dijalankan oleh kelompok atau lapisan masyarakat”.
Ada banyak sifat atau tipe ideology. Secara umum tipe ideology ini bagi menjadi empat (BP-7, 1991:384), yaitu:

1) Ideologi Konservatif
Yaitu ideologi yang memelihara keadaan yang ada (status quo), setidak-tidaknya secara umum, walaupun membuka peluang. Kemungkinan perbaikan dalam hal teknis.

2) Kontra Ideologi
Yaitu melegitimasikan penyimpangan yang ada dalam masyarakat sebagai yang sesuai dan dianggap baik. Tipe ideology ini selalu bersikap berseberangan dengan ideology yang mapan.

3) Ideologi Reformis
merupakan tipe ideologi yang berkehendak merubah keaadaan. Ideologi ini menginginkan perubahan yang perlahan dan bertahap.

4) Ideologi Revolusioner
Yaitu ideology yang bertujuan mengubah seluruh sistem nilai masyarakat itu atau secara dramatis.
Menurut bahan penataran (BP-7 Pusat, 1993) ideologi diartikan sebagai ajaran. Dokrin, teori atau ilmu yang diyakini kebenarannya, yang disusun secara sistematis dan diberi petunjuk pelaksanaanya dalam menanggapi dan masalah yang dihadapi dalam bermasyarakat, berbangsa dan bemegara. Sedangkan menurut. Gunawan Setiardja ideologi dapat dirumuskan sebagai seperangkat ide asasi tentang manusia dan seluruh realitas, yang dijadikan pedoman dan cita-cita hidup.
Dewasa ini ideologi telah menjadi suatu pengertian yang kompleks. Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan terjadinya perbedaan yang makin jelas antara ideologi, filsafat, ilmu dan teologi. Dalam perkembangan itu ideologi mempunyai arti berbeda:
1. Ideologi diartikan sebagai pengetahuan yang mengandung pemikiran besar, cita-cita besar, mengenai sejarah, manusia, masyarakat, dan Negara.
2. Ideologi diartikan sebagai pemikiran yang tidak memperhatikan kebenaran internal dan kenyataan empiris, ditujukan dan tumbuh berdasarkan kepentingan tertentu,
3. Ideologi dipandang sebagai belief system, sedangkan ilmu, filsafat maupun teologi merupakan pemikiran yang bersifat refleksif, kritis, dan sistematik, dimana pertimbangan utamanya adalah kebenaran pemikiran.

2. Pancasila sebagai ideologi nasional dapat diklasifikasikan melalui :
Dilihat dari kandungan muatan suatu ideologi, setiap ideologi mengandung di dalamnya sistem nilai yang diyakini sebagai sesuatu yang baik dan benar. Nilai-nilai itu akan merupakan cita-cita yang memberi arah terhadap perjuangan bangsa dan negara.
1. Sistem nilai kepercayaan itu tumbuh dan dibentuk oleh interaksinya dengan berbagai pandangan dan aliran yang berlingkup mondial dan menjadi kesepakatan bersama dari suatu bangsa.
2. Sistem nilai itu teruji melalui perkembangan sejarah secara terus-menerus dan menumbuhkan konsensus dasar yang tercermin dalam kesepakatan para pendiri negara (the fouding father).
3. Sistem nilai itu memiliki elemen psikologis yang tumbuh dan dibentuk melalui pengalaman bersama dalam suatu perjalanan sejarah bersama, sehingga memberi kekuatan motivasional untuk tunduk pada cita-cita bersama.
4. Sistem nilai itu telah memperoleh kekuatan konstitusional sebagai dasar negara dan sekaligus menjadi cita-cita luhur bangsa dan negara.
5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pancasila ideologi nasional dipahami dalam perspektif kebudayaan bangsa dan bukan dalam perpektif kekuasaan, sehingga bukan sebagai alat kekuasaan.

3. Selaku Ideologi Nasional, Pancasila Memiliki Beberapa Dimensi :
a. Dimensi Idealitas artinya ideologi Pancasila mengandung harapan-harapan dan cita-cita di berbagai bidang kehidupan yang ingin dicapai masyarakat.
b. Dimensi Realitas artinya nilai-nilai dasar yang terkandung di dalamnya bersumber dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat penganutnya, yang menjadi milik mereka bersama dan yang tak asing bagi mereka.
c. Dimensi normalitas artinya Pancasila mengandung nilai-nilai yang bersifat mengikat masyarakatnya yang berupa norma-norma atauran-aturan yang harus dipatuhi atau ditaati yang sifatnya positif.
d. Dimensi Fleksilibelitas artinya ideologi Pancasila itu mengikuti perkembangan jaman, dapat berinteraksi dengan perkembangan jaman, dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi, bersifat terbuka dan demokratis.

4. Pancasila merupakan Ideologi terbuka
Ciri has ideologi terbuka adalah bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dipaksakan dari luar, melainkan digali dan diambil dari kekayaan rohani, moral, dan budaya masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakatnya sendiri. Dasarnya dari konsensus masyarakat, tidak diciptakan oleh Negara, melainkan ditemukan dalam masyarakat sendiri. Oleh sebab itu, ideologi terbuka adalah milik dari semua rakyat, masyarakat dapat menemukan dirinya di dalamnya. Ideologi terbuka menurut pandangan Negara modern bahwa Negara modern hidup dari niali-nilai dan sikap-sikap dasar.
Ideologi terbuka adalah ideologi yang dapat berinteraksi dengna perkembangan zaman dan adanya dinamika secara internal. Sumber semangat yang menyatakan, “…terutama bagi Negara baru dan Negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang lebih mudah cara membuatnya, mengubahnya, dan mencabutnya”.
Pancasila dapat menerima dan mengembangkan ideologi baru dari luar, dapat berinteraksi dengan perkembangan/perubahan zaman dan lingkungannya, bersifat demokratis dalam arti membuka diri akan masuknya budaya luar dan dapat menampung pengaruh nilai-nilai dari luar yang kemudian diinkorporasi, untuk memperkaya aneka bentuk dan ragam kehidupan bermasyarakat di Indonesia juga memuat empat dimensi secara menyeluruh.
Setiap negara memiliki ideologi tersendiri. Ada yang memiliki ideologi individualistik yang memandang manusia dari sisi hak asasinya, ideologi komunistik yang memendasarkan diri pada premise bahwa semua materi berkembang mengikuti hukum kontradiksi, dengan menempuh proses dialektik yang mana di dalam diri manusia tidak ada yang permanen sehingga kontradiksi terhadap lingkungan selalu menghasilkan perubahan yang menentukan diri manusia dan faham agama yang bersumber dari falsafah agama yang termuat dalam kiblat suci agama. Indonesia sendiri menganut ideologi pancasila yang memandang manusia selaku makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan yang lain.
Pancasila dan kelima silanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh, sehingga pemahaman dan pengalamannya harus mencakup semua nilai yang terkandung di dalamnya.

Batas-batas Keterbukaan Ideologi Pancasila
Sungguhpun demikian, keterbukaan ideologi Pancasila ada batas-batasnya yang tidak boleh dilanggar, yaitu sebagai berikut:
a. Stabilitas nasional yang dinamis
b. Larangan terhadap ideologi marxisme, leninisme, dan komunisme
c. Mencegah berkembangnya paham liberal
d. Larangan terhadap pandangan ekstrim yang menggelisahkan kehidupan masyarakat
e. Penciptaan norma yang baru melalui suatu consensus. 4
4 http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-irpanpirma-22536-6-10babi.pdf diakses hari sabtu tanggal 24 Maret 2012 pukul 18.10 WIB
4. IMPLEMENTASI PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA
Sebagai nilai dasar yang bersifat abstrak dan normatif, perluupaya konkretisasi yaitu dengan menjadikan nilai-nilai dasar Pancasila sebagai norma dasar dan sumber normatif bagi penyusunan hukum positif negara. Sebagai negara yang berdasar atas hukum, sudah seharusnya segala pelaksanaan dan penyelenggaraan bernegara bersumber dan berdasar pada hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Menurut teori jenjang norma (stufentheorie) yang dikemukakan oleh Hans Kelsen seorang ahli filsafat hukum, dasar negara berkedudukan sebagai norma dasar (grundnorm) dari sutu negara atau disebut norma fundamental negara (staatsfundamentalnorm). Grundnorm merupakan norma hukum tertinggi dalam negara. Di bawah grundnorm terdapat norma-norma hukum yang tingkatannya lebih rendah dari grundnorm tersebut. Norma-norma hukum yang bertingkat-tingkat tadi membentuk susunan hierarkis yang disebut sebagai tertib hukum.
Hans Nawiansky mengembangkan teori dari Hans Kelsen. Hans Nawiansky menghubungkan teori jenjang norma hukum dalam kaitannya dengan negara. Menurut Hans Nawiansky, norma hukum dalam suatu negara juga berjenjang dan bertingkat membentuk membentuk sutau tertib hukum. Norma yang di bawah berdasar, bersumber dan berlaku pada norma yang lebih tinggi, norma yang lebih tinggi berdasar, bersumber dan berlaku pada norma yang lebih tinggi lagi demikian seterusnya sampai pada norma tertinggi dalam negara yang disebutnya sebagai Norma Fundamental Negara (staatsfundamentalnorm). Norma dalam negara itu selain berjenjang, bertingkat dan berlapis juga membentuk kelompok norma hukum yang terdiri atas 4 (empat) kelompok besar, yaitu :
1. Staatsfundamentalnorm atau norma fundamental negara
2. Staatgrundgesetz atau aturan dasar/pokok negara
3. Formellgesetz atau undang-undang
4. Verordnung dan Autonome Satzung atau aturan pelaksana dan aturan otonom.
Kelompok norma itu bertingkat dan membentuk piramida.
Menurut Prof. Hamid S. Attamimi, selain berkedudukan sebagai Staatsfundamentalnorm, Pancasila juga sebagai Cita Hukum (Rechtsidee). Pancasila sebagai cita hukum memiliki dua fungsi, yaitu :
1. Fungsi regulatif
2. Fungsi konstitutif
Di Indonesia, norma tertinggi adalah Pancasila sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Jadi, Pancasila sebagai dasar negara dapat disebut sebagai :
1. Norma dasar;
2. Staatsfundamentalnorm;
3. Norma pertama;
4. Pokok kaidah negara yang fundamental;
5. Cita Hukum (Rechtsidee).
Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan dinyatakan bahwa Pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. Pernyataan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai dengan kedudukannya, yaitu sebagai dasar (filosofis) negara sebagaimana tertuang dalam Alinea IV Pembukaan UUD 1945. Sebagai sumber nilai dan norma dasar negara maka setiap materi muatan peraturan perundang-undangan tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.
Dalam Undang-Undang No. 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan juga menyebutkan adanya jenis dan hierarki peraturan perundang-undangan sebagai berikut :
1. UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945
2. Undang-undang / Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang
3. Peraturan Pemerintah
4. Peraturan Presiden
5. Peraturan Daerah. 5

5 http:// elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-waridi-19513-2-2 diakses hari sabtu tanggal 24 Maret 2012 pukul 21.45 WIB  
1.2 Ketuhanan Yang Maha Esa
Percaya dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab Hormat dan menghormati serta bekerjasama antara pemeluk agama dan penganut-penganut kepercayaan yang berbeda-beda sehingga terbina kerukunan hidup. Tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaannya kepada orang lain. Suci, agung dan mulia. Memahami Ketuhanan sebagai pandangan hidup adalah mewujudkan masyarakat yang beketuhanan, yakni membangun masyarakat Indonesia yang memiliki jiwa maupun semangat untuk mencapai ridlo Tuhan dalam setiap perbuatan baik yang dilakukannya.

2.2 Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab (Moralitas)
Nilai kemanusian ini bersumber pada dasar filosofi antropologi, bahwa hakikat manusia adalah susunan kodrat rokhani (jiwa) juga jasmani (raga) yang berdiri sendiri sebagai mahluk ciptaan Tuhan.
Dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung nilai bahwa Negara harus menjunjung tinggi harkat dan martabat setiap warga Negara sebagai mahluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.
Kemanusiaan yang adil dan beradab, adalah pembentukan suatu kesadaran tentang keteraturan sebagai asas kehidupan, yang didasarkan pada nurani manusia dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarmya. sebab setiap manusia mempunyai kemampuan untuk menjadi manusia sempurna, yaitu manusia yang beradab.
Manusia yang maju peradabannya tentu lebih maju,mudah menerima kebenaran dengan tulus, lebih mungkin untuk mengikuti tata cara dan pola kehidupan masyarakat yang lebih teratur, dan mengenal hukum universal. Kesadaran inilah yang menjadi semangat membangun kehidupan masyarakat yang aman untuk mencapai ketentraman dengan usaha keras, serta dapat diimplementasikan dalam bentuk sikap hidup yang harmoni penuh toleransi dan damai.


2.3 Persatuan Indonesia
Dalam sila Persatuan Indonesia terkandung nilai bahwa Negara adalah perwujudan sifat kodrat manusia sebagai mahluk monodualisme, yaitu mahluk individu juga mahluk social. Negara adalah tempat berkumpulnya elemen-elemen yang berupa suku, ras, etnis, klan, kelompok maupun golongan yang didlamnya saling mengisi. Meskipun begitu bangsa Indonesia tetap bersatu walaupun terdapat banyak kebudayaan yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Bangsa Indonesia hadir untuk
Mewujudkan kasih sayang kepada segenap suku bangsa dari Sabang sampai Marauke.
Persatuan Indonesia, bukan sebuah sikap maupun pandangan yang sempit,namun harus menjadi upaya untuk melihat diri sendiri secara lebih objektif dari dunia luar. Negara Kesatuan Republik Indonesia terbentuk dalam proses sejarah perjuangan panjang dan terdiri dari bermacam-macam kelompok suku bangsa, namun perbedaan tersebut tidak untuk dipertentangkan tetapi justru dijadikan dasar persatuan Indonesia.

2.4 Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat dalam Permusyawaratan dan Perwakilan
Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan hidup berdampingan dengan orang lain, dalam interaksi itu biasanya terjadi kesepakatan, dan saling menghargai satu sama lain atas dasar tujuan dan kepentingan bersama. Nilai-nilai demokrasi yang terkandung dalam sila ini adalah;
1. Adanya kebebasan yang disertai tanggung jawab baik terhadap masyarakat maupun moral terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
2. Menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.
3. Menjamin dan memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam hidup bersama.
4. Mengakui perbedaan individu, kelompok, ras, maupun golongan.
5. Mengakui adanya persamaan hak yang melekat pada setiap individu.
6. Mengarahkan perbedaan dalam suatu kerja sama kemanusiaan yang beradab.
7. Menjunjung tinggi asas musyawarah.
Prinsip-prinsip kerakyatan yang menjadi cita-cita utama untuk membangkitkan bangsa Indonesia, mengerahkan potensi mereka dalam dunia modern, yakni kerakyatan yang mampu mengendalikan diri, tabah menguasai diri, walau berada dalam pergolakan untuk menciptakan perubahan dan pembaharuan. Hikmah kebijaksanaan adalah kondisi sosial yang menampilkan rakyat berpikir dalam tahap yang lebih tinggi sebagai bangsa, dan membebaskan diri dari belenggu pemikiran dan aliran yang sempit dan hanya mementingkan dirinya sendiri.

2.5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Nilai keadilan adalah nilai yang menjunjung norma berdasarkan hak-hak dan tidak memihak antara satu dengan yang lainnya, serta pemerataan terhadap suatu hal. Keadilan disini meliputi keadilan dalam hubungan manusia dengan dirinya sendiri , manusia dengan manusia lainnya, manusia dengan masyarakat bangsa dan negaranya. Mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia merupakan cita-cita bernegara dan berbangsa serta hubungan manusia dengan Tuhannya.
Keadilan yang harus terwujud meliputi
• Kedilan Distributif, yaitu suatu hubungan keadilan antara Negara terhadap warganya, maksudnya Negara harus menjamin kesejahteraan dan ketentraman warga negaranya.
• Keadilan Legal,yaitu suatu hubungan keadilan antara warga Negara terhadap Negara maksudnya warga Negara wajib memenuhi keadilan dalam bentuk mentaati peraturan dan perundang-undangfan yang berlaku.
• Keadilan Komutatif, maksudnya hubungan keadilan antara warga satu dengan lainnya saling timbal balik.
keadaan bertujuan agar masyarakat daopat bersatu secara organik, dimana setiap anggotanya mempunyai kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang serta belajar hidup pada kemampuan aslinya, sehingga kesejahteraan dapat tercapai secara merata.6

6 http://kanal3.wordpress.com/2010/11/01/sejarah-lahirnya-pancasila diakses hari selasa tanggal 20 Maret 2012 pukul 23.01 WIB 
Kesimpulan

Dari kutipan diatas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
1. Lahirnya Pancasila berawal dari pidato Bung Karno dalam sidang BPUPKI yang bertujuan untuk membahas dasar ideology bangsa Indonesia setelah merdeka yang diadakan pada tanggal 29 mei – 1Juni 1945, akhirntya dibentuk dasar Negara dan disahkan pada tanggal 18 juni 1945
2. Pancasila mempunyai makna dan kandungan disetiap sila.

Adapun kandunganya adalah sebagai berikut;
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, mengandung nilai sprituil yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pemeluk agama dan kepercayaan terhadap Tuhan YME sehingga atheis tidak berhak hidup di bumi Indonesia.
Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab, mengandung nilai satu derajat, sama hak dan kewajiban, serta bertoleransi dan saling mencintai.
Sila Persatuan Indonesia, mengandung nilai kebersamaan, bersatu dalam memerangi penjajah dan bersatu dalam mengembangkan negara Indonesia.
Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan, mengandung nilai kedaulatan berada di tangan rakyat atau demokrasi yang dijelmakan oleh persatuan nasional yang rill dan wajar.
Sila Keadiilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, mengandung sikap adil, menghormati hak orang lain dan bersikap gotong royong yang menjadi kemakmuran masyarakat secara menyeluruh dan merata.

Daftar Pustaka
• Nasional. Kompas. Com
• Pancasila Bung Karno, paksi Bhineka Tunggal Ika
http://kanal3.wordpress.com/?s=pancasila
http://kanal3.wordpress.com/2010/11/01/sejarah-lahirnya-pancasila
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/451/jbptunikompp-gdl-irpanpirma-22536-6-10babi.pdf
http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/464/jbptunikompp-gdl-dewitriwah-23165-3-(pertemu-l.pdf
http://ebookbrowse.com/im/implementasi-pancasila-dalam-kehidupan-bermasyarakat
http://www.Untag-sby.ac.id
• Syarbaini. Syahrial.2002. Pendidikan Pancasila di Perguruan Tinggi, Ghaila Indonesia: Jakarta
• Khaelan, Zubaidi Ahmad. Pendidika Kewarnegaraan Untuk Perguruan Tinggi, Paradigma: Yogyakarta.
Pancasila sebagai Ideologi bangsa

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Sistem Operasi UNIX

1. UNIX

UNIX adalah sistem operasi yang mula-mula dikembangkan oleh suatu kelompok di AT & T pada laboatorium Bell. Unix banyak digunakan baik untuk server maupun workstation. Linkungan Unix dan model program client-server menunjukkan bahwa Unix lebih dikembangkan sebaga sistem operasi yang kuat di jaringan komputer dari pada sistem operasi untuk computer personal. UNIX dirancang untuk portable, multi-tasking, dan multi-user. Konsep utama Unix antara lain banyak menggunakan file teks biasa untuk menyimpan data, menggunakan sistem file berjenjang, memperlakukan perangkat sebagai suatu file, dan menggunakan banyak program kecil yang eksekusinya pada CLI dapat digabung dengan tanda pipeline (|). Konsep yang sangat solid dan stabil membuat Unix banyak dijadikan dasar sistem operasi modern. Sistem UNIX terdiri dari beberapa komponen yang biasanya dipaket bersama. UNIX adalah nama system operasi yang dapat diterapkan pada berbagai jenis mesin. Sistem operasi UNIX ini diperkenalkan pertama kali oleh AT&T Bell Laboratory untuk pemakaian komputer dalam bentuk jaringan khusus.
Sejarah unix
Ken thompson dari laboratorium bell membuat versi awaldari unix dengan nama
unics (Uni plexed information and computing servicess) suatu nama yang di pengaruhi
oleh sistem opersi pendahulunya.MULtTICS (multifexed information and computing
services) multics sendiri juga di ciptakan olek Ken Thompson dengan rekan2xnya
versi pertama unix di selesaikan pada tahun 1969,din tulis dengan bahasab rakitan
(assembly) pada komputer PDR 7 C sebuah komputer pengeluaran digital equipment
corporation. pada tahun 1973 Ken Thompson danb Denis Ritche menulis ulang kernel bagian inti dari sistam v nix denaga bahasa C perkembangan inilah yang membuat unix kini dapat di terapkan pada berbagai mesi , mengingat (adalah bahasa yang mengingat
portabel mudah di pindahkan). pemakaian unix pada mesin lain di mulai pada tahun 1976/1977 saat itu Denis Ritce dan Stephen Johnson berhasil memindahkan sistem unix ke sistem interdata 8/32 hal inilah yang menjasdi tambak sejarah yang menunjukan keportabilitasan unix. sekitar tahun 1975, laboratorium memberikan unix ke universitas2x dengan imbalan yang sangat murah , salah satu universitas yang akhirnya melahirkan unix yang sangat populer adalah universitas catalonia , barkeley versi unixnya terkenal dengan nama BSD (barkeley software distribution) . lisensi unix yang bersifat komersial di berikan pertama kalin oleh AT dan T ke system onyx , sebuah perusahaan yangb di dirikan olehBOB mars dan kypmyers pada tahun 1978 saat itu unix di anggap sebagai sistem operasi yang ampuh untuk menangani system 16 bit. pad dekade 80 an unix berkembang dengan pesat termasuk pada PC yang terkenal oleh XENIX (santa cruz operation) yang merupakan sistem mikrosoft. Pada dekade ini pula lahir sistem v (1984 di kembangkan di computing science reshearce group , bell laboratoris , new jersey) yang menjadi kiblt proyek yang di sebut GNU LGNU`S not unix yang di kembangkan oleh yhe free soft ware kondation (FSF) tujuan dari proyek ini adalah membangun sistem secara unix yang bersifat bebas royalti bagi pemrogran dan pengembang. Proyek inilah yang kemudian hari mendasari system operasi unix.
• 1965 Bell Laboratories bergabung dengan MIT dan General Electric untuk dukungan pengembangan sistem operasi yang baru, Multics, yang bisa menyediakan multi-user, multi-prosesor dan multi-level file system.
• 1969 AT&T merasa kurang yakin dan keluar dari proyek Multics. Beberapa programmer proyek itu, Ken Thompson, Dennis Ritchie, Rudd Canaday dan Doug McIlroy merancang dan mengimplementasikan file sistem unix pertama, dan diberi nama UNIX oleh Brian Kernighan.
• 1970 1 Januari ditetapkan sebagai waktu 0 UNIX
• 1971 Sistem mulai berjalan di atas PDP-11 dengan 16kb memory, termasuk 8 kb untuk program dan 512kb disk. Penggunaan secara nyata dipakai di Laboratorium Bell sebagai alat pengolah kata. UNIX banyak dipakai di antara programmer karena:
• 1973 Kode Unix ditulis ulang dalam bahasa C, sebuah bahasa pemrograman baru yang dikembangkan oleh Dennis Ritchie. Ditulis ulang ke dalam bahasa yang high-level sehingga memudahkan diporting ke komputer/mesin baru.
• 1974 Thompson dan Ritchie mempopulerkan sistem operasi Unix baru yang mengakibatkan antusias yang tinggi di kalangan akademik sebagai alat yang potensial dalam pengembangan sistem programming. Sejak AT&T menarik dari publik tahun 1956, mereka melisensikan ke universitas untuk kegunaan pendidikan dan juga sebagai produk komersil.
• 1977 Ada 500 Unix sites di seluruh dunia.
• 1980 BSD 4.1 (Berkeley Software Development)
• 1983 SunOS, BSD 4.2, SysV
• 1984 Ada sekitar 100.000 Unix sites dengan platform yang berbeda-beda.
• 1988 AT&T dan Sun Microsystems bergabung merancang System V Release 4. Selanjutnya system ini dikembangkan menjadi UnixWare dan Solaris 2.
• 1993 Novell membeli UNIX dari AT&T
• 1994 Novell memberi nama “UNIX” menjadi X/OPEN
• 1995 Santa Cruz Operations (SCO) membeli UnixWare dari Novell. SCO dan HP mengumumkan akan bergabung membangun Unix 64 bit.
• 1996 International Data Corporation memperkirakan di tahun 1997 akan tersebar tiga juta system Unix di seluruh dunia. Introduction to Unix: ftp://wks.uts.ohio-state.edu/unix_course/unix_book.ps
• berfungsi di lingkungan programmer, user interface yang mudah, utiliti yang sederhana dengan kinerja tinggi, sistem file yang hirarkis, interface yang sederhana dalam format file, multi-user dan multi-prosesing, arsitektur yang independen dan transparan terhadap user.

Program di UNIX
• Pada implementasinya UNIX dirancang bersifat modular, ada sejumlah modul program yang menyusun sistem UNIX
• Program yang ada di UNIX dapat dikategorikan menjadi 2 golongan :
Sistem Unix dasar dan Produk pihak ke tiga
• Sistem Unix dasar terbagi menjadi 3 bagian program, ditambah program aplikasi yaitu ;
Utilitas , Shell danKernel
• Program aplikasi adalah program yg dibuat oleh pihak ketiga yang biasanya dijual secara terpisah dari sistem UNIX
• Utilitas : Program yang disediakan sistem Unix untuk melaksanakan tugas tertentu, misalnya untuk Mengirimkan berita, Menyunting berita , Melakukan perhitungan dan Memanipulasi file
• Kernel : inti dari sistem Unix yang mengontrol perangkat keras dan melaksanakan berbagai tugas, antara lain Mengendalikan akses terhadap komputer , Manajemen sistem file dan penanganan sekuriti ,Pelayanan operasi output dan input, Manajemen dan penjadwalan proses ,Manajemen memori komputer
• Shell adalah Penterjemah pada sistem Unix yang merupakan jembatan antara pemakai dan system unix

Kelemahan system UNIX
1. Visualisasinya tidak menarik
2. memory yang digunakan besar
Berbagai versi UNIX
Nama Vendor
AIX IBM
A/UX Apple (Macintosh)
BSD University of California
DG/UX Data General
HP/UX Hawlette-Packard
MS/UX NEC
PC/IX Interactive System Corporation
SCO UNIX SCO
SINIX Siemens
ULTRIX DEC
UNICOS Cray Research
UNIX AT&T, SCO, Sun Microsystem
VENIX VenturaCom, Inc
XENIX SCO / Microsoft
UNIXWARE CALIFORNIA

Beberapa sifat dan keistimewaan UNIX :
1. Portabilitas
Sistem UNIX mudah diadaptasikan ke system komputer yang lain
2. Multiuser
Sejumlah pemakai (user) dapat menggunakan istem secara bersamaan dan berbagi sumber seperti penggunaa printer, disk, dll.
3. Multitasking
Kemampuan system operasi yang memungkinkan seseorang dapat melaksanakan beberapa tugas pada saat yang bersamaan
4. Sistem File Hirarkikal
Pengorganisasian informasi atau data dalam bentuk yang mudah untuk diingat dan diakses
Struktur Perangkat Keras
1. Konsol
Piranti yang terdiri dari layar dan keyboard yang dipakai oleh manajer system administrator system untuk mengontrol operasi sistem
2. terminal
Piranti yang terdiri dari layar dan keyboard yang biasa digunakan oleh penakai untuk berinteraksi dengan system
3. Jalur Komunikasi
Piranti yang biasa digunakan untuk menghubungkan terminal jarak jauh ke system UNIX

4. Modem
Piranti untuk mengubah sinyal digital (komputer) menjadi sinyal analog (telepon) dan sebaliknya
5. Server
Piranti yang merupakan otak dari system yang berisi system UNIX, program aplikasi, memory dll.
Struktur Perangkat Lunak
1. Kernel
Inti dari system UNIX yang mengontrol perangkat keras dan melaksanakan berbagai fungsi level rendah. Fungsi yang dilaksanakan seperti :
– tanggal dan jam system
– manajemen file dan penanganan security
– operasi input/output
– manajemen memori
– penganganan kesalahan dan interupso
2. Shell
Penterjemah pada system UNIX yang merupakan jembatan antara pemakai dan system UNIX.
Ada tiga macam Shell yang terkenal yaitu :
Nama Shell Nama Program Pencipta
Bourne Shell Sh / $ Stephen R Bourne
C Shell Csh / % Bill Joy
Korn Shell Ksh / $ / # David G Korn

3. Utilitas
Program yang disediakan system UNIX untuk melaksanakan tugas tertentu, seperti :
– manajmen file dan directory
– penyuntingan file
– penunjang komunikasi dan jaringan
– administrasi system
– penganalisis unjuk kerja system
– untuk keperluan backup dan restore
4. Program Aplikasi
Program – program yang dibuat oleh pemakai untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.
Sumber : Makalah Sistem Operasi UNIXhttp://www.4shared.com/office/1bq27Hbv/sejarah_unix.html

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Langkah-langkah Membuat Blog WordPress

Dimula dari star kemudian pilih salah satu aplikasi browsers, seperti google chrome

Kemudian ketik WordPress.com

maka akan muncul

klik Sign up

maka akan muncul

Isilah identitas blog sesuai dengan yang anda inginkan

blog telah berhasil dibuat. kemudian bukalah e-mail yaho anda untuk mengkonfirmasi (mengaktifkan) blog wordpress anda.

klik aktiv blog

maka blog anda telah bisa dipergunakan

demikian, semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Langkak – Langkah Membuat E-Mail Yahoo

Dimula dari star kemudian pilih salah satu aplikasi browsers, seperti google chrome

Maka akan muncul Tampilan Google Chrome

ketik “Yahoo”

kemudian akan muncul

klik menu creat account (buat acconunt)

akan muncul :

isi lah sesuai identitas anda.

selanjunya :

yang membuktikan bahwa anda telah berhasil membuat email

kemudian klik email untuk menkonfirmasi (mengaktifkan e-mail) maka akan muncul

klik Star Now

maka e-mail anda telah terkonfirmasi (aktif)

Demikian langkah-langkah membuat e-mail

semoga berguna.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized